Selasa, 17 November 2020

Happy 7 Bulan ❤️

23 November 2020

Hari ini genap 7 bulan anak pertamaku. Dengan hitungan bayi yaitu perbulan ada 36 hari. 
Alhamdulillah dia tumbuh sehat dan menggemaskan.
Semoga Allah selalu melindunginya, selalu diberikan kesehatan, menjadi anak sholeh, dikumpulkan dengan orang-orang baik dan lain lain. 
Mama hanya bisa mengusahakan dan berdoa yang terbaik untukmu nak. 

Happy 7 Bulan sayang.
Yang insyaallah akan kami rayakan di bulan Desember. Sekalian acara aqiqohnya. Semoga Allah lancarkan niat baik ini. Aamiin Aamiin Aamiin. 

Salam manis dari mamaMu πŸ˜˜πŸ™

Selasa, 06 Oktober 2020

Poin Plus dan Minus 😁


Ternyata Semakin dewasa semakin bermacam macam juga masalah yang menghampiri. Dari masalah yang sebenarnya bukan masalahnya. Hal itu menjadi masalah. Misalnya saja masalah orang melihat tetangga bisa membeli mobil, bisa membeli motor baru, punya suami kerja mapan, bisa lanjut sekolah tinggi, ada orang yang semakin tambah sukses, lihat tetangga cantik atau ganteng. Dan bagi yang tidak suka menganggap hal itu menjadi masalah. Pasti akan menggunjingnya atau lebih jelasnya mengerasani.

Beberapa orang yang saya amati saat nonggo atau berkumpul santai dengan tetangga. Ternyata masih ada aja yang suka kepo banget dengan kehidupan orang lain. Misalnya aja si A melihat si B memakai perhiasan. Si A langsung menyindir dengan nada sedikit menyinggung. Tanya si A : wah kamu baru kerja sudah bisa beli kalung dan cincin emas. Bayaranmu dapat banyak ya? 

Karena si B orangnya easy going dia menjawab dengan sesukanya. Jawab si B begini: iyalah banyak. Sekarung malah. 

Coba kalau itu yang ditanya saya. Pasti kebingungan jawab. Karena saya orangnya perasa jadi gak berani jawab seperti itu. Mungkin jika aku yang jawab cuma saya jawab dengan senyuman saja. Hehehehe. Habisnya pertanyaan yang gak penting bangetkan. Privasi orang kok ikut campur. 

Semenjak saya sekolah SMK sampai kuliah. Jarang sekali saya nonggo, ya karena salah satunya banyak omongan yang bikin sebel sendiri. Selain itu tugas kuliah banyak sekali, lebih baik dirumah ngerjain tugas. Jika tidak ada tugas, saya lebih baik tidur untuk istirahat. Biasanya juga saya gunakan untuk membersihkan rumah. Dan saya dulu juga lebih menyibukkan dengan aktifitas diluar rumah salah satunya dengan ikut ngaji balahan di madrasah pondok pelem botoran dan ngaji Quran dengan metode thorikoti di Blitar. 

Entah mengapa semenjak saya kuliah tambah banyak omongan orang dekat yang pedas. Ada yang bilang buat apa perempuan sekolah tinggi. Toh nantinya kalau menikah akan didapur. Saya tidak mau membalas menanggapi mereka. Saya kira itu tidak penting. Hal itu yang membuat saya lebih suka di rumah. Dan saya juga betah dirumah. Hhhh.

Mau digosipin seperti apa itu. Terserah mereka. Yang penting saya tidak mendengarkannya. 

Dan sekarang banyak rutinitas nonggo. Karena bayiku mudah bosan jika hanya dirumah saja. Waduh ini kuping (telinga) harus dipertebal dan ini hati harus kuat seperti baja. Tidak boleh mudah tersinggung. 

Tidak jarang saya kangen kuliah lagi. Bertemu dengan teman-teman yg baik, dosen yang bwnyak memberi ilmu,dan motivasi. Sehingga hidup lebih tenang dan nyaman.

Kehidupan memang terus berjalan dan harus dijalani. Jika ada orang yang memang kita anggap kurang sopan. Anggap aja dia sebagai penguji kesabaran.

Hidup bermasyarakat membuat kita menemui banyak sifat. Di bangku perkuliahanpun sebenarnya juga ada teman yang nyebelin. Untuk menghindarinya mudah sekali. Tinggal tidak perlu terlalu dekat dengannya. Dan tidak perlu memasukkan hati omongan pedasnya. Begitu pula dengan hidup bermasyarakat. Karena nyatanya ada tetangga yang sebagai penguji dan yang di uji. Jika kita diposisi yang diuji cukup kurang-kurangin nonggo. Apabila terpaksa cukup jangan masukin hati. 

Karena selamanya tetangga itu tidak negatif. Mereka kadang juga bisa dikatakan positif misalnya kita saat membutuhkan pertolongan pertama. Pasti tetangga yang akan menolongnya. Meskipun dia berhati kurang baik. Setidaknya masih tersisa jiwa sosialnya. 

Beruntunglah kita jika ditakdirkan atau diberikan hidayah menjadi orang baik. Namun jangan sombong, karena Allah maha membolak balikkan hati manusia. Bisa jadi yang jahat jadi baik. Dan sebaliknya. 

Kehidupan terus mengajari kita untuk belajar besyukur, mengerti ikhlas, sabar, pasrah, usaha, dan lain lain. Terkadang juga kita melihat orang lain hidup enak, mewah, nyaman, mempunyai jabatan dll. Karena kita tidak melihat beribu ribu dia jatuh bangun. Hanya yang kita lihat enaknya saja. Mereka pandai menyembunyikan masalah. Sehingga yang terlihat Indahnya saya. Betul kata pepatah hidup iku sawang sinawang.

Dari pada saling iri sana sini
Mending belajar mensyukuri milik kita sendiri. 

Bolehlah iri yang baik dengan menjadikannya motivasi. Misal ada orang rajin ibadah ngaji, jamaah, puasa, sholat sunnah, zakat, dll. Supaya meningkatkan iman kita. Sehingga kita semangat untuk melaksakannya dan menirunya. Supaya kelak kita bisa dimasukkan surga bersama sama. Aamiin. 

#yuk,semangat belajar terus
Karena nyatanya hidup terus mengajari kita. 

NB. Jika ada salah kata mohon maaf πŸ™. Ditunggu kritik dan sarannya. Trimakasih sudah membaca. 

Tulungagung, 7 Oktober 2020


Jumat, 02 Oktober 2020

Carrot Fruit Juice

Bagi ibu menyusui supaya ASInya tetap lancar harus ditambahi makanan atau minuman khusus. Supaya ASInya bisa keluar banyak dan lancar. Selain minum susu ibu hamil, Ibuku sering menyuruhku untuk makan sayur sawi yang digodhok (dimasak). Tidak sayur sawi saja, melainkan sayur-sayur yang lainnya juga. Tapi paling sering ibuku memasakkan sayur sawi. Sayur sawi kata orang-orang yang lebih pengalaman. Katanya bisa membuat ASI menjadi lebih banyak.

Selain itu saya juga sering membuat jus wortel. Dalam buah wortel mengandung vitamin A. Yang jika dikonsumsi oleh ibu menyusui bisa untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit. Cara membuat jus wortel mudah sekali. Berikut cara membuatnya:
1. Ambil satu wortel buah atau wortel sayur. 
2. Cuci wortel 
3. Bersihkan kulit wortel dengan mengupasnya dengan pisau. saat mengupas jangan tebal-tebal. Tipis saja. Bisa juga dengan dikerik saja. 
3. Lalu potong-potong wortel, bisa dipotong kotak-kotak dan bisa juga melingkar.
4. Masukkan wortel ke dalam mesin blender
5. Tambahkan satu gelas air
6. Masukkan gula sesuai selera
7. Selanjutnya tutup blender dan tekan tombol yang telah tersedia dalam mesin blender. Jika menekan nomer satu putaran blender normal. Jika ditekan tombol nomor dua putaran akan lebih cepat.
8. Setelah sudah terblender lembut, kalian bisa menyaringnya.
9. Juz Wortel siap untuk diminum
Mudah sekali bukan?. Kalian juga bisa mencobanya dirumah. Enak dan sehat tidak harus keluar uang banyak.  Dengan bikin dirumah sendiri kita bisa menghemat pengeluaran. Apalagi dimusim yang kurang bersahabat membuat banyak pekerja menganggur. Sehingga pemasukkan berkurang, tapi kita harus tetap Semangat untuk hidup sehat. Salah satunya dengan menjaga pola makan dan minum yang menyehatkan tubuh kita.
Semoga bermanfaat. πŸ˜ŠπŸ™ 

Sabtu, 05 September 2020

Nangkula Park

Sabtu, tanggal 5 September 2020. Hari ini kami sekeluarga jalan-jalan ke taman Nangkula Park. Sebelumnya tidak ada rencana mau kesana. Karena keponakan dari Jombang main ke sini. Akhirnya saya dan suami mengajaknya bermain kesana. Sebelumnya kami sudah pernah kesana diwaktu siang. 
Ada yang cerita jika di waktu malam suasana disana lebih terlihat bagus. Banyak lampu-lampu yang berwana warni. Membentuk seperti bunga. 
Saya jadi teringat waktu dulu main ke tempat wisata BNS di Malang. Kurang lebih sama, yaitu banyak lampion dengan bentuk bunga-bunga. Namun disana lampionnya lebih besar-besar, ada juga yang berbentuk pohon, jamur, kuda-kudaan dan ada juga wahananya. Memang sesuai dengan harga tiketnya. Jika di BNS seinget saya, dulu sekitar tahun 2016.an itu tiket masuknya pas Weekend Rp 35.000,00. Jika ingin masuk kewahana rumah hantu, bermain roler coster, dll harus menambah biaya lagi. 

Berbeda jauh dalam segi biaya jika dibandingkan antara BNS dengan Nangkula Park. Di Nangkula Park biayanya sangatlah murah dengan tiket masuk Rp 2.000,00. Iya...Anda benar sekali just Dua Ribu Rupiah. Saya tidak sedang salah ketik. Memang benar segitu harga tiket masuknya. Pasti kalian kaget karena sangatlah murah. Untuk biaya parkir motor Rp 3.000,00  dan parkir mobil Rp.5.000,00.

Disana miripnya dengan BNS hanya dalam lampion bunganya. Ada juga wahananya namun tidak sama dengan yang ada di BNS. Di Nangkula Park ada wahana bermain anak-anak yaitu rumah balon, odong-odong, pasir ajaib, melukis dan mandi bola. Untuk bisa menikmati wahana bermain anak-anak kalian juga tidak harus mengeluarkan banyak uang. Yang saya tahu tadi untuk wahana rumah balon biaya Rp 10.000,00. Karena tadi keponakan minta main rumah balon. Jadinya tahu biayanya. Untuk yang lainnya belum tahu. Saya kira sewajarnya di Tulungagung biayanya. 

Kami tadi berangkat setelah menunggu Mertua pulang berjualan Ayam Goreng. Mertua sampai rumah jam 18.30 lalu kami siap-siap dulu. Ada yang makan, sholat, buatin susu, sibuk dandan dll. Lalu kami berangkat jam 20.00. Jaraknya tidaklah jauh kami membutuhkan waktu 15 menit sudah sampai. Lalu kami pulang jam 22.00. Lokasi Nangkula Park tepatnya di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Jika kalian ingin kesana langsung buka maps saja. Insyaallah mudah akses jalannya. 

Musim covid 19 memang mengharuskan kita untuk stay at home. Tapi jika sesekali tidak keluar rumah pasti akan boring juga. Sesekali bolehlah main. Tapi kita harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan cuci tangan, menggunakan masker, dan sosial distancing. Kami sebelum masuk tempat wisata sudah menggunakan Handsainitizer terlebih dahulu. Supaya jika ada kuman menempel langsung mati. 
Semoga kita selalu dilindungi Allah SWT .aamiin. Jangan lupa tingkatkan kekebalan tubuh kita. Supaya tetap terhindar dari covid. Makan-makanan yang sehat, tambah dengan minuman yang mengandung vitamin C. Paket hemat kalian bisa Blender sendiri juz guava dirumah. 
Terimakasih sudah membaca
Jangan lupa tinggalkan komentar

Tulungagung, 5 September 2020

Sabtu, 29 Agustus 2020

Belajar Iqro'

Setelah lama berdiam diri dirumah dengan kesibukkan yang sama. Yaitu menjaga si baby boy. Saya niatkan lagi untuk berbagi sedikit ilmu yang saya miliki untuk adik-adik. Karena saat sore ibu saya sudah tidak repot mengurusi sawah. Saya minta tolong untuk menjaga si baby boy.

Hari sabtu, tanggal 22 Agustus 2020 saya mulai mengajar  ngaji dimushola. Lumayan banyak santri yang mengaji, ada sekitar 30 santri. Ini hanya wilayah tetangga rumahku saja yang mengaji. Jadi menurutku dengan anak 30 tersebut sudah lumayan banyak.
Metode mengaji masih menggunakan cara lama. Yaitu para santri mengumpulkan prestasi dimeja ustad/ustadzah. Lalu ustad/ustadzah memanggil para santri satu persatu untuk maju membaca.  Dengan langsung disemak oleh ustad/ustadzah.  Cara ini sudah pernah saya rasakan saat masih kecil. 

Jika dimadrasah botoran cara mengajinya sudah dibedakan kelasnya. Untuk ibti'dayah kelas 1 sampai kelas 6. Stanawiyah kelas 1 sampai kelas 3. Dan Aliyah kelas 1 sampai 3. Disana santrinya sudah banyak sekali dan semakin maju juga. Setelah ulya lulus ada kelanjutannya lagi yaitu mengaji balahan. 

 Hari kamis ini jadwal mengaji anak-anak dikhususkan untuk belajar  sholat.  Saya dan Bu Ud mengajari untuk belajar doa-doa sholat dan gerakkan sholat. Jadi santri langsung mempraktikkan gerakkan sholat dan doanya. Pertama kami mulai dengan santri putra untuk belajar adzan. Salah satu santri mengacungkan jari untuk praktik adzan. Yaitu Fahril. Siswa kelas 4. Dulu dia muridku les. Sedikit tahu tentang anak tersebut. Memang belum begitu pintar didalam belajar materi sekolah. Namun dia pintar dalam mengaji. Terlihat saat saya menyemaknya untuk membaca, sudah sangat lancar dan bagus.  

Gerakkan demi gerakkan sudah dipraktekkan oleh santri-santri. Jam 16.45 kami sudah.i . Karena pulangnya jam 17. 00 sehingga masih kurang 15 menit. Saya manfaatkan untuk membaca doa setelah mengaji dan memberikan tebak-tebak.an kepada semua santri. Bagi yang bisa menjawab boleh pulang duluan. 


Tulungagung, 28 Agustus 2020

Jumat, 21 Agustus 2020

Buwoh dibulan Agustus 2020

Bulan agustus 2020
Dibulan ini temanku banyak yang tiba-tiba sebar kabar menikah. Beberapa temanku yaitu yang pertama  nanda temanku kuliah s1 dan s2 tanggal 4 agustus, temanku smk desy tanggal 8 agustus, temanku kuliah lagi ada desty tanggal 10 agustus, khana tanggal 13 agustus, dilla tanggal 15 agustus, dan eka tanggal 17 agustus. 
Alhamdulillah acara nikahan temanku semua berjalan lancar. Doaku semoga samawa dan segera diberikan momongan. Aamiin. Tidak semuanya aku bisa menghadiri. Dikarenakan pandemi juga, mereka tidak sebar undangan. Kabar melalui whatsapp menjadi alat informasinya. Beberapa dari mereka mengabariku melalui obrolan saat jumpa.

 Hanya nanda, desy, khana, dan dilla yang bisa aku hadiri. Untuk acaranya nanda aku menghadiri ditemani suamiku, sambil silaturahmi. Kangen juga lama tidak bertemu. Dia temanku kuliah satu kelas di s1 dan s2. Aku sangat kagum dengannya dalam penyampaian materi dikelas. Mudah dipahami dan kalem. Banyak hal yang aku tiru darinya. Hhh. Dia juga mengajariku saat mau ujian tesis pas waktu itu. Karena ujian secara daring, pesannya kalau ada pertanyaan dipahami dulu jangan asal jawab. Bisa dicari dulu jawabannya. Trimakasih. Sangat bermanfaat sekali. Dan saya terbantu saat ujian kemarin. 

Acara yang kedua aku menghadiri acaranya desy temanku saat dibangku SMKN. Rumahnya tidak jauh dari rumahku. Kira-kira hanya membutuhkan waktu 10 menit.an . Jadi aku mengusahakan untuk menhadirinya. Kebetulan juga pas waktu itu, aku mau foto ijasah. Jadi sekalian make.up dan mampir ke kondangan.

Acara yang ketiga dirumahnya khana temanku kuliah s1. Jauh-jauh hari dikabari bahwa mau menikah dan aku diminta untuk merias kembar mayang. Aku menyanggupinya.  

Sebenarnya kurang yakin dengan kemampuanku merias. Karena sudah lama tidak mencoret-coret menggunakan kuas. Dan aku juga tidak bermakeup dirumah. Sibuk dengan momong, jadi mau merias diri tidak sempat. Aku coba lagi mengasah merias diwajahku sendiri. Alhamdulillah masih ingat. Tiba saatnya tanggal 13 agustus, aku dan suami berangkat merias dirumahnya.

Suamiku membantu dalam menyiapkan lighting, membawakan tas berisikan peralatan makeup dan tripot. Dengan sabar beliau memasang lighting itu ditripot. Aku memulai merias kira-kira jam 9.00 sampai jam 10.55. Tiga orang yang aku rias. Awalnya hanya kembar mayang saja yang aku rias. Namun salon yang khusus merias ibunya tidak datang. Akhirnya aku dimintai tolong untuk merias ibunya juga. Budget yang aku tawarkan tidaklah mahal. Mengingat dia temanku dan aku juga masih belajaran. Jadi aku menghargainya setiap riasan kurang dari 100rb. Ini hasil makeup ku kemarin.
Alhamdulillah client suka. ❤️😍🀍

Selanjutnya, tanggal 15 agustus. Aku, suami dan si baby boy menghadiri acara pernikahan Dilla. Dia temanku kuliah s1 satu kelas dan s2 beda kelas. 

Pagi-pagi sekali aku dan suami persiapan untuk kerumahnya dilla. Jarak yang kami tempuh menghabiskan waktu sekitar 45 menit dengan perjalanan santai. Mengingat aku membawa si baby boy. Jadi suami mengendarai dengan santai. Jam 10.an kami berangkat dan alhamdulillah sampai dengan selamat. Karena rumahnya masuk gang. Jadi suami memarkir mobil didepan gang. 

Teman-teman mengajak untuk menggunakan baju couple warna putih. Supaya kelihatan lebih bagus dan kompak saat difoto. 

Setelah acara selesai satu persatu teman berpamitan. Karena masih panas. Aku pulang pas akhir. Sekalian  sholat dhuhur disana. Jam 14.00 kami berpamitan.
Alhamdulillah acaranya berjalan lancar.
Bahagia sekali melihat teman menikah. Sampai terharu rasanya. 
Sakinah Mawaddah Warahmah sayang-sayangku. 
Semoga teman rasa saudara terjalin sampai kakek nenek. Aamiin ❤️

Tulungagung, 15 Agustus 2020

Manfaat Air Kacang Hijau bagi BuMiL 😊❤️

Sedikit cerita saat hamil kemarin. Banyak perubahan dikebiasaan saya. Dari pola tidur, makanan, minuman, bau dll. Dari saya yang awalnya suka dengan nasi goreng, telur goreng, bawang goreng, jus avocad, ayam goreng, bau wangi-wangian dll. Semua berubah, sehingga saya menjadi tidak suka. 

Sedangkan kesukaanku juga ikut berubah. Saya saat hamil lebih suka makan ubi-ubian terlebih ketela kaspe goreng, pisang goreng, sayur-sayur.an atau soup. 

Saat hamil saya juga lebih suka tidur dan mudah ngantuk. Waktu kuliah didalam kelas sering sekali ngantuk. Sampai saat mata ini memperhatikan penjelasan dosen tiba-tiba tertidur sebentar. Padahal posisi tubuh dan kepala sudah tegak. Masih aja bisa ngantuk. Hhhh.

Saya juga minum susu ibu hamil. Ternyata susu ibu hamil banyak juga macamnya. Dulu cuek dengan hal itu. Sehingga kurang tahu ada berapa aja macamnya. 

Pertama cek kehamilan di bu bidan Endah, disana juga menjual susu  ibu hamil. Saya ditawari untuk membeli susu ibu hamil yang dijual disana yaitu Frisian Flag. Suami membolehkan untuk membeli. Setelah saya coba minum, ternyata saya tidak suka. Akhirnya tidak keminum dan dibuang. Mencoba lagi dengan merk susu Prenagen. Alhamdulillah cocok, sampai hamil tua minum susu itu.

Keluh kesah saat hamil ternyata ada aja. Dan itu memang benar adanya. Dulu sebelum hamil pernah kepikiran masak iya orang hamil bisa benar-benar berubah hormonnya. Ternyata setelah hamil membuktikan sendiri hal itu memang benar adanya. 

Yang paling terasa saat hamil dibagian punggung rasanya sakit. Dan orang hamil banyak yang bilang tidak boleh dipijat. Akhirnya hanya di gebek atau di elus-elus saja punggungnya. Dapat tips dari teman yang pernah hamil. Supaya punggung tidak terasa sakit, dibuatkan minuman dari kacang hijau. 

Jadi caranya yaitu: 
1. Ambil secukupnya kacang hijau Bisa setengah gelas aja
2. Lalu ambil air bersih untuk memasak kacang hijau. Bisa dua gelas. Atau sesuai selera. 
3. Masukkan air dan kacang hijau di dalam panci
4. Masak sampai mendidih dan sampai kacang hijau matang
5. Setelah itu ambil airnya saja dan kasih gula dan garam sedikit. 
6. Siap di minum 

Kacang hijaunya juga bisa dimakan. Kalau suka sih. Kadang ibu hamil ada yang tidak suka. Kalau saya lebih suka sarinya saja.

Setelah saya coba. Memang benar ada manfaatnya. Punggungku sudah tidak sakit lagi. Saya minum secara rutin karena jika tidak minum. Punggung kembali terasa sakit. 

Semoga bermanfaat 😊

Tulungagung, 21 Agustus 2020

Sabtu, 01 Agustus 2020

Semua Pasti Ada Hikmahnya

Alhamdulillah...

Penuh syukur sekali bisa menyelesaikan tugas akhir kuliah, untuk mendapatkan gelar Magister. Tepatnya hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2020. Hari itu dilaksanakan ujian tesis dengan 4 dosen yang akan menguji sidang tesis. Diantaranya penguji itu adalah bapak Prof Dr.H.Akhyak, M.Ag, Bapak Dr.H. Abd. Aziz, M.Pd.I Bapak Dr.Zaenul Fitri, M.Ag dan Bapak Dr. Agus Purwowidodo, M.Pd. Ujian dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi zoom.



Tanggal 27 Juli 2020, sebelum ujian dimulai. Ibu Sekjur mengkoordinasi mahasiswa yang akan ujian untuk mencoba aplikasi zoom. Melalui grup WhatsApp Pascasarjana PAI beliau memberikan panduan-panduan cara mendaftar zoom. Untuk mahasiswa yang belum memiliki akun zoom dibimbing oleh beliau dan diarahkan untuk sign up. Saya masih kesulitan untuk mendaftar.  Saya terus ikuti arahan beliau. Awalnya diminta untuk masuk dipencarian google dan ketik zoom.us. bagi yang belum memiliki akun diminta untuk klik sign.up. dan seterusnya sampai berhasil. Pendaftaran zoom ini membutuhkan waktu beberapa jam. Dan dibantu juga oleh teman dekatku s1 dulu yaitu Ikfina Nadhiroh. Trimakasih mau direpotkan dan sudah membantu. 

Untuk melihat pendaftaram zoom ini benar-benar berhasil atau tidak. Saya dan teman-teman dihimbau untuk cek zoom dan bergabung dengan grup zoom bersama ibu Sekjur. Ada kendala lagi dari beberapa teman dan saya juga, ternyata leptopnya dibagian microphone tidak bisa digunakan. 
Kami coba lagi dengan menghubungkan menggunakan zoom di HP. Alhamdulillah bisa. Jadi kami menggunakan HP dan leptop untuk bisa menggunakan aplikasi zoom. Leptop digunakan untuk bertatap muka dengan dosen penguji supaya terlihat jelas. Dan juga digunakan untuk membaca power point. Dan untuk HP digunakan sebagai alat mendengarkan suara bapak ibu dosen penguji. 
Alhamdulillah pendaftaran zoom berhasil. Siap digunakan untuk ujian besok. Beliau yaitu ibu sekjur membimbing mahasiswanya dengan sangat sabar. Beliau melakukan hal ini semua supaya ujian kami berjalan lancar dan tidak ada halangan. Masyaallah terimaksih sekali bu. Semoga Allah yang membalas kebaikan-kebaikan panjenengan. 

Tidak menyangka sekali saya mampu menyelesaikan tugas akhir kuliah ini. Meskipun belum totalitas bagusnya hasil penelitian saya. Dikarena pandemi ini, mengharuskan saya untuk meneliti secara on line. Saya menggunakan google.form untuk menyebar angket ke siswa siswi. Sebenarnya ada baiknya menggunkan google form ini. Karena hasilnya langsung ada dan bisa dicopi. Jadi saya tidak perlu bersusah payah untuk memasukan satu-satu data hasil penelitian diexcel. Semua ada hikmahnya dari pandemi ini. Mungkin jika tidak ada pandemi covid-19, saya dan teman-teman harus banyak mengeluarkan biaya untuk fotokopi angket. Angket saya sebanyak 5 lembar dikali 187 siswa. Belum lagi jika harus datang ke lokasi penelitian yang jaraknya lumayan jauh dari rumah saya. Yang pasti membutuhkan bensin banyak. 

Keadaan apapun kita harus selalu belajar untuk bersyukur dan sabar untuk menjalaninya. Karena semua pasti ada hikmahnya. Hikmah yang kedua yaitu saya bisa mengerjakan tugas cukup dirumah saja. Dan bimbingan dilakukan secara on line dengan vcall melalui whatsApp. Untuk dosen penguji kedua karena lumayan dekat dengan rumah. Saya bimbingan langsung ke rumah beliau. Tetap sesuai dengan protokol menggunakan masker, tidak berjabat tangan dan jaga jarak. Hikmah yang ketiga yaitu saya bisa mengerjakan disambi dengan menjaga si baby dirumah. Karena anakku masih berusia 3 bulan.nan dan minum asi, jadi masih sangat ketergantungan denganku. dan hikmah yang keempat saya bisa ujian On Line dirumah saja, tidak perlu meninggalkan sibaby terlalu lama. Karena ujian On Line ini membutuhkan waktu 1 jam. Namun yang lama adalah persiapannnya. Harus selalu siap apabila jamnya ujian maju. 
Dibantu dengan ibu dan suamiku yang menjaga sibaby saat saya tinggal, saya bisa mengerjakan tugas kuliah ini sampai selesai. Terimakasih ibu dan suamiku. 

Menurut saya tugas ini belum maksimal bagusnya. Terlebih saya ingin mencoba penelitian RnD, namun dengan keadaan saya saat itu hamil tua. Saya urungkan niat untuk mencoba penelitian RnD. Saya teringat oleh dawuhipun dosen pasca bahwa "Tesis yang baik adalah yang selesai". Dan lagi yaitu "jika kita menginginkan makan sate, dan bisanya hari ini makan nasi pecel. Yaudah makan nasi pecel dulu saja. Dari pada menunggu bisa makan sate sehingga membuat hari ini kelaparan. Pilih yang mana?." intinya kurang lebih seperti itu. 
Ibaratnya jika saya mampunya penelitian kuantitatif jangan dipaksakan untuk RnD. Saya berusaha dengan cepat untuk menyelesaikan tugas ini. Karena dulu S1 mengambil kuantitatif, insyaallah  kurang lebih sama caranya. Alhamdulillah selesai pada tanggal 14 Juli 2020. Dan pembimbing 1 dan 2 sudah ACC. 

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. (QS.Al Insyirah ayat 6). Selagi kita berusaha pasti ada jalan. Insyaallah. 

Trimakasih sudah membaca 
Mohon maaf jika ada salah dalam penulisan πŸ™πŸ™
Jangan lupa tinggalkan komentar πŸ™

Tulungagung, 1 Agustus 2020



Minggu, 19 Juli 2020

Saljur (Salah Jurusan)

Hari ini ingiku menuliskan kisah kuliahku.



        Saya adalah anak kelima dari enam bersaudara. Ibuku sangat mendukung anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi. Namun hanya aku dan adikku yang sampai perguruan tinggi. Kakak-kakakku belum bisa melanjutkan keperguruan tinggi salah satunya karena dulu terkendala dengan biaya sekolah. Pas ada biaya namun sayangnya uang itu dipinjam oleh seseorang dan tidak dikembalikan.
Tidak semua kakakku semangat sekolah. Ada yang semangat sekali sekolah tapi karena masalah uang yang tidak dikembalikan tersebut. Membuat kakakku tidak jadi melanjutkan sekolah. Meskipun kakakku tidak jadi melanjutkan sekolah tetapi mereka itu kreatif. Jadi dengan kemampuan kreatifnya bisa membuka usaha sendiri.
Alhamdulillahnya saya bisa melanjutkan sekolah. Semua itu tidak terlepas dari dukungan ibuku. Ibuku selalu menyemangatiku untuk sekolah. Ibaratnya makan lauk sambel aja tidak apa-apa dan uangnya untuk biaya sekolah aku dan adikku.
Ibuku selalu mengutamakan keperluan sekolah. Terlebih adikku kuliah di Malang. Jadi sangat banyak kebutuhan yang dikeluarkan. Ibuku sering menyimpan uang demi keperluan adikku disana.
Karena aku kuliah disini yaitu IAIN Tulungagung dan dekat dengan rumahku. Tidak banyak uang yang harus dikeluarkan. Dan yang pasti tidak perlu kos. Jadi lebih hemat biaya.
Sering saya mengalah untuk uang saku kuliah yang sedikit. Karena harus dikumpulkan demi untuk adikku disana.
Tak membuatku patah semangat hanya dengan masalah itu. Jadi aku mencari tambahan uang dengan berjualan on line. Lumayan uangnya bisa untuk tambahan uang jajan dan membeli keperluan kuliah. Saya tidak malu jika harus berjualan on line. Kenapa harus malu dengan hal yang baik. Banyak teman dikelas yang menyindir, entah itu hanya bercanda atau tidak. Anggap saja itu candaan. Dan nyatanya sekarang setelah lulus dari kuliah mereka juga berjualan online.
Saya kuliah mengambil jurusan PAI. Sebenarnya tidak nyambung dengan riwayat sekolahku. Saya sekolah di SDN, SMPN, dan SMKN dengan jurusan Administrasi Perkantoran. Lalu saya kuliah dengan mengambil jurusan PAI. Sama sekali tidak nyambung.  Saya sebenarnya suka dengan ilmu agama sejak kecil. Sampai setelah lulus SD minta dipondokkan. Tetapi tidak diperbolehkan. Setelah lulus Smp ingin melanjutkan di MAN. Sama saja tidak diperbolehkan dengan bapak. Mungkin sekolah yang berbasis islam dulu itu dianggap belum maju. Jadi tidak boleh sekolah dilembaga yang basicnya lebih mengajarkan agama.
Setelah lulus dari SMK saya memutuskan untuk mengambil jurusan PAI. Betapa banyak lika liku yang harus saya hadapi dengan pengambilan jurusan yang saya sendiri belum memiliki kemampuan dibidang itu.
Harus menghafal hadist, belajar menulis khat, hafalan surat-surat pendek, dan masih banyak lainnya. Hampir saya tidak kuat dengan rutinitas yang jauh sangat berbeda dengan sekolahku dulu. Banyak temanku yang merasa salah jurusan keluar. Saya juga ingin rasanya keluar. Karena merasa kesulitan sekali belajar mulai dari awal. Namun teringat motivasi dari salah satu guru saya yaitu jika terbiasa berhenti sebelum selesai. Hal itu akan terbawa saat dikehidupan setelah lulus sekolah.
Sedangkan teman sekelas lainnya berasal dari pondok dan MAN. Ada yang tidak berasal dari MAN tetapi keluarganya sangat kental sekali dengan ilmu agama. Jadi temanku itu tidak terlalu kesulitan dengan jurusan PAI. Berbeda denganku yang dari keluarga biasa-biasa saja. Alhamdulillahnya saya mampu bertahan di jurusan ini. Dengan banyak perjuangan. Sampai badan saya kurus banget. Apalagi saya tipe orangnya sulit menghafal dan mudah lupa dengan ilmu yang didapatkan dengan memaksa hafalan. Dan jurusan ini menuntut kita harus hafal berbagai hadist. Tetapi saya masih berusaha berjuang sedikit-sedikit untuk menghafalkannya.
Setelah selesai lulus dari S1  saya melanjutkan lagi kuliah S2. Tidak saya sangka mampu melanjutkan kuliah lagi dengan jurusan yang sama. Saya yakin dan percaya bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

.sekian cerita motivasi pejuang salah jurusan.

Tetap semangat teman-teman.
Salam penulis pemula

cerita si Penulis Pemula



Keluh kesah yang dirasakan bagi seorang penulis awal yang masih dalam proses belajar. Suka dengan dunia menulis namun bingung dengan apa yang mau ditulis. Ternyata tidak dirasakan oleh diriku saja, banyak teman pemula lainnya yang juga seperti diriku ini. 
Penulis pemula menurutku diibaratkan seperti seseorang yang sedang dalam perjalanan kedaerah yang belum pernah dilewati. Sehingga membuat orang tersebut bingung dengan arah jalan tersebut. Seperti  perjalananku hari ini di Jombang karena pulang dari rumah saudara terlalu malam, membuatku dan suami bingung dengan arah jalannya. Saya menebak mungkin ini ke Selatan, suami bilang menurutku ini ke Barat. Dari jauh terlihat ada masjid. Bearti benar suamiku bahwa kita sedang berada kearah Barat.
Jadi penulis awal seperti halnya orang baru di daerah baru. Itu menurut versi saya. 
Benar apa yang dikatakan oleh bapak dosen Ngainun Naim bahwa  menulis itu lebih sulit dari pada berbicara. Orang saat bertemu langsung bisa berbicara dari topik satu pindah ke topik lainnya dalam waktu bersamaan. Sedangkan orang yang menulis harus bisa mempertahankan inti tulisannya. 
Dan saya merasa tulisan ini masih seperti berpindah-pindah topik. 
Teringat juga kata-kata ini bahwa tulisan yang baik dan bagus tidak langsung didapatkan secara langsung. Mereka melalui banyak proses dari awal. Menulis adalah proses. Kata-kata ini saya dapatkan dari melihat vidio bapak dosen yang selalu memberikan motivasi menulis yaitu bapak Ngainun Naim. Didalam video itu menjelaskan makna menulis salah satunya menurut Ibu Ratna Indraswari Ibrahim:" menulis itu belajar yang tidak berkesudahan". Maknanya sepanjang hidupnya harus belajar, bukan hanya belajar pada menulis namun harus belajar memperkaya informasi untuk mendukung kepenulisannya. Menurut yang kedua menulis harus dilakukan dengan rasa senang dan menurut yang ketiga upaya yang dilakukan dalam mewariskan ilmu pengetahuan, sepandai apapun seseorang apabila tidak menulis maka dia tidak akan dikenang oleh banyak orang.  Seperti contoh buku-buku yang ditulis oleh Imam Al Gozali yang sudah wafat namun bukunya masih dikenal oleh banyak orang sampai sekarang dan membawa manfaat bagi pembacanya.
Banyak orang yang berkeinginan menulis, namun hanya sebatas ingin. Jadi jika ingin menulis segeralah untuk menulis. Tidak ada alasan apapun untuk menulis. Jika alasannya sibuk, semua orang di dunia ini pasti memiliki kesibukan.  Kurang lebih isi video tersebut seperti itu. 
Kesimpulannya menurut saya marilah kita terus belajar menulis, walaupun tulisan itu masih aneh untuk dibaca. 
Salam penulis pemula 😊

Menerima kritik dan saran 
Trimakasih sudah membaca 😊


Sabtu, 18 Juli 2020

Masih Tentangmu

Tentangmu Tugas Akhir Kuliah
Aku kira hanya aku yang merasakan rasa dredek (gemetar) saat melihat beberapa teman yang sudah ujian tesis kemarin tanggal 15 Juli 2020. Ternyata beberapa temanku yang lain juga merasakan hal itu, terlihat dari chat salah satu temanku. Dia mengeluhkan bahwa merasa dredek. Entah kenapa rasa itu muncul. Padahal aku dan temanku itu belum daftar ujian sidang, namun masih proses menuju daftar sidang. Hehehe
Memang terlihat sedikit aneh, dan mungkin itu hal wajar.
Coba kita flashback ke masalalu yaitu saat kita duduk dibangku sekolah dasar dan sampai sekarang ini. pastinya juga sering mengikuti exsame atau (ujian) di sekolah. Lalu mengapa kita masih saja merasakan rasa takut, dredek, grogi dll. Padahal ujian sekolah sudah sering sekali kita lakukan.
Apa karena beda jenjang jadi rasa tegangnya berbeda.
Atau mungkin karena semakin tinggi sekolahnya untuk ujiannya semakin berbeda kesulitannya. Seperti ujian Tesis ini yang dihadapkan dengan 4 dosen penguji.
Untuk tahun ini ujian dilaksanakan dengan on Line atau bisa juga disebut daring, dikarenakan adanya Covid 19. Ujian dilakukan secara Online guna untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Kata salah satu kakak tingkatku. "Tahunmu beruntung dilakukan ujian secara online", Lalu saya tanya balik, "kenapa begitu?", jawabnya: "dengan ujian online akan mengurangi rasa dredek ketika berhadapan langsung dengan 4 dosen penguji". Menurutku benar juga sih pernyataan itu. Tapi kita harus tetap semangat dan jangan lupa untuk tetap mempersiapkan diri dengan sematang mungkin dalam menguasai isi tesis. Supaya nanti saat ujian, jadi lebih maksimal hasilnya. Karena menurutku jika kita bisa menguasai dan faham isi tesis, maka rasa dredek itu akan terkalahkan dengan keyakinan diri bahwa kita mampu menghadapi tantangan tersebut.
Alhamdulillah tanggal 14 Juli 2020, Tesisku sudah mendapat Acc dari dosen pembimbing pertama dan keduaku.
Sedikit revisi di bab IV untuk menambah tabel hasil hipotesis dan bab V diminta oleh dosen pembimbing keduaku untuk menambah penguat hasil penelitian dengan jurnal. Setelah mendapat Ttd Acc inginku segera merevisi tetapi leptopku yang sering Error dengan munculnya tulisan Not Responding. Jika tulisan itu keluar tiba-tiba siLeptop tidak mau digunakan dan aku harus menunggu beberapa menit untuk bisa kembali normal kembali. 
Perjuangan sekali dalam menyelesaikan tugas akhir kuliah ini. Aku yang harus mengerjakan sambil menjaga anak pertamaku yang masih kecil. Anak pertamaku yang aku dan suami beri nama zaidan al- Gibran masih berusia 3 bulan saat ini. Dalam mengerjakan tugas ini, aku harus menunggunya tidur dulu atau saat anakku dijaga ibuku. Ibuku sangat telaten (sabar) dalam menjaganya. Oleh ibuku sering digendong agar dia merasa nyaman dan tertidur pulas. Thank mom. Sudah membantu menjaganya, sehingga tugas ini selesai. Terimaksih juga untuk suamiku sudah membelanjakan buku pendukung tugas dan menemani bimbingan.
Saat mengerjakan siTesis aku sering tidur larut malam dan bisa sampai pagi kadang jam 02.00 dan kadang juga bisa sampai subuh. Sering merasa ngantuk sekali, karena siangnya juga tidak tidur, sibuk menjaga anak dan lain-lainya. Namun saat ngantuk mulai datang aku memotivasi diri ini dengan mengatakan “Nuruti Ngantuk Kapan Selesainya?”. Dengan munculnya kalimat itu membuat saya semangat lagi untuk segera selesai. Dalam proses pengerjaan tugas akhir kuliah ini sering mengalami hambatan karena bimbingan on line kurang memahamkan. Sehingga perlu belajar sendiri. Karena belajar sendiri masih membuat saya bingung dengan rumus-rumus yang akan saya gunakan yang mana saja. Saya mengajak teman-teman untuk belajar bersama dirumahku dan meminta tolong temanku S1 yang penelitiannya Non Eksperimen supaya membagi ilmunya kepadaku.
Karena dulu saya menggunakan Eksperimen jadi kurang paham dengan yang Non eksperimen. Jika belajar dengan membaca buku membutuhkan waktu lama. Jadi saya memutuskan dengan cara cepat yaitu dengan meminta bantuan belajar bersama dengan teman yang pernah melakukan metode penelitian itu. Ini adalah foto dengan anggota belajar kelompok dalam menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bersama Dilla Yulia, Ali Maksum, Hasbi, dan Falikhul. Temanku Ali Maksum ini belum melanjutkan S2, tapi dia tidak kalah cerdasnya dengan anak S2. Dia masih sangat tajam sekali ingatannya mengenai metode penelitian dan pengunaan SPSS. Dia temanku S1 dulu yang aku mintai tolong mengajari belajar dengan penelitian yang menggunakan Non Eksperimen.


        Baju kuning belakangku yaitu Dilla Yulia yang diminta Dospemnya  untuk menggunakan Smart.PLS dalam proses menghitung data. Masih belajar dengan cara itu. Dan penelitiannya belum selesai. Semoga segera dimudahkan dan diberi kelancaran dalam menyelesaikanya. AAMIIN
TIPS motto penyemangat supaya tidak malas dari aku yaitu HARI INI TIDAK BOLEH MALAS, BESOK BOLEH.
Bukan dari aku sih itu, motto itu aku dapatkan dari dosen IAIN TA saat saya mengikuti OSPEK di kampus dulu.
Moment Of Waw sekali bisa menyelesaikan tulisan ini. Alhamdulillah.
Saran dan kritiknya bisa ditulis dikomentar. Trimakasih :)

Selasa, 16 Juni 2020

Tips Sukses

Pernah membaca disalah satu blogger seseorang yang mengatakan bahwa dia bisa menjadi sukses atau kuliah tinggi. Karena dia membudayakan membaca.
Membaca adalah sumber ilmu. 
Dia bukanlah anak yang pintar atau berprestasi disekolah. Namun dia selalu istiqomah membaca  dan alhamdulillah bisa sekolah sampai ke perguruan tinggi. 
Masyaallah
Sebenarnya tipsnya mudah
Yaitu MEMBACA
namun nyatanya banyak orang yang susah membudayakan membaca
Termasuk saya sendiri
Ya Allah
Semoga saja saya bisa ketularan seseorang itu untuk istiqomah membaca πŸ‘ŒπŸ˜πŸ™ aamiin 

Kamis, 28 Mei 2020

SElf Efficacy

Menurut Bandura self efficacy adalah keyakinan individu mengenai 
kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan yang diperlukan 
untuk mencapai hasil tertentu.14 Keyakinan tersebut memotivasi seseorang 
untuk memperoleh keberhasilan. Seseorang yang memiliki self efficacy 
yakin bahwa agar mereka berhasil mencapai tujuan, mereka harus 
berupaya secara intensif dan bertahan ketika mereka menghadapi 
kesulitan.
Dibutuhkan self efficacy yang kuat pada diri siswa agar mereka 
dapat berhasil dalam proses pembelajaran

Self efficacy memiliki dampak terhadap motivasi, sehingga 
berkaitan juga terhadap keberhasilan siswa. Menurut Schunk seorang siswa 
yang memiliki self efficacy tinggi, jika diberikan pembelajaran mereka 
akan antusias/berusaha keras menunjukkan kemampuannya untuk 
mencapai keberhasilan. Sebaliknya, jika seorang siswa tidak memiliki 
self efficacy yang tinggi, mereka cenderung menghindari penugasan atau 
melaksanakannya dengan setengah hati sehingga mereka akan cepat
menyerah jika menemui hambatan.15
Seseorang dengan self efficacy tinggi percaya bahwa mereka mampu 
melakukan sesuatu untuk mengubah kejadian-kejadian di sekitarnya, 
sedangkan seseorang dengan self efficacy rendah menganggap dirinya pada 
dasarnya tidak mampu mengerjakan segala sesuatu yang ada di sekitarnya.16
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan dari para ahli, dapat disimpulkan 
bahwa self efficacy memainkan peranan penting karena keberadaanya akan 
memotivasi seseorang untuk memiliki keteraturan lebih sebagai bentuk 
persiapan diri dalam mengahadapi tantangan agar mencapai tujuan 
yang direncakanan.

Mata pelajaran juga berpengaruh pada motivasi siswa. Terutama pada 
mata pelajaran matematika, banyak siswa tidak menyukai matematika 
sama sekali. Mereka tidak senang dalam mengerjakan tugas-tugas dan

Adversity Quotient

Adversity Quotient adalah kemampuan seseorang dalam berjuang
menghadapi dan mengatasi masalah, hambatan atau kesulitan yang
dimilikinya serta akan mengubahnya menjadi peluang keberhasilan dan
kesuksesan (Stoltz, 2005). Sehingga Stoltz (2005) berpendapat bahwa siswa
yang memiliki adversity quotient yang tinggi maka akan mengarahkan segala
potensi yang dimiliki untuk memberikan hasil yang terbaik, serta akan selalu
termotivasi untuk berprestasi. Mereka akan mengerjakan tugas sebaik
mungkin, termasuk mencari informasi serta memanfaatkan peluang-peluang
yang tersedia dalam hidupnya. Kesimpulannya individu tersebut akan
berusaha aktif bertindak, tidak hanya bersikap pasif menunggu kesempatan
datang. Maka bila adversity quotient ini dimiliki oleh seorang siswa, maka ia
akan lebih terdorong untuk mengarahkan dirinya pada hasil terbaik dengan
upaya optimal memanfaatkan peluang, aktif bertindak, termasuk untuk belajar
secara mandiri.

Jumat, 22 Mei 2020


YANG HARUS DILAKUKAN SEKARANG UNTUK MENCEGAH COVID-19:

1.           PAKAI MASKER
WAJIB. MAU DIMANAPUN KEMANAPUN / BERTEMU SIAPAPUN. MASKERNYA JANGAN DILEPAS SAAT BERADA DILUAR

2.           JAGA JARAK
JANGAN BERSENTUHAN DENGAN ORANG LAIN. BERIKAN JARAK 1 METER. SUPAYA VIRUSNYA TIDAK MENEMPEL DIPAKAIANMU, MASKERMU, DAN DIRAMBUTMU.

3.           JANGAN MENYENTUH MATA, HIDUNG, DAN MULUT JIKA BELUM CUCI TANGAN. KARENA VIRUS MASUK MELALUI AREA ITU.

4.           SERING CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN ATAU HAND SANITIZER. KARENA TANGAN PUSATNYA PENULARAN VIRUS.

5.           CUCI PAKAIANMU SETELAH DARI TEMPAT KERAMAIAN ATAU SETELAH KELUAR RUMAH

Semoga INDONESIA segera membaik AAMIIN

Kamis, 21 Mei 2020

covid 19

22/5/2020

Bukannya lebay mengenai kebersihan. Tapibmemang keadaannya mengharuskan kita untuk lebih menjaga kebersihan. πŸ‘ Karena Virusnya benar adanya walaupun tak terlihat. Namun dampaknya sangat terlihat. Dan parahnya lagi JAWA TIMUR terbanyak perharinya yg terkena virus itu. So kita harus lebih waspada. Misalnya menggunakan masker saat keluar, jaga jarak, jangan sentuh area wajah saat tangan tidak seteril. Karena virusnya bisa masuk melalui hidung, mulut dan mata. Tetap semangat. Semoga keadaan segera membaik seperti dulu. Ψ§Ω…ΩŠΩ†

Selasa, 19 Mei 2020

Stop berkrumun"

Kenapa masjid ditutup dengan alasan untuk menghindari terjadinya berkrumun  sedangkan mall tidak. Untuk yang belanja" keperluan yg sekiranya bisa ditunda dulu, coba deh kita tunda dulu. Kasihan para tenaga medis yang rela bertaruh nyawa, rela tidak pulang kerumah, rela pakai baju APD yang sangat bikin gerah dan panas. Kita yang hanya disuruh dirumah aja dan keluar seperlunya tetapi tidak bisa. Please kesadarannya πŸ™ kita harus kuat dan pasti bisa melawan nafsu untuk tidak berkrumun" . Semangat 😊

Senin, 18 Mei 2020

my baby boy

Minggu,17 Mei 2020 .
 Pertama dek zai di imunisasi, alhamdulillah dia pinter. Nangisnya cuma pas disuntik. Setelah itu gak nangis lagi. Dan alhamdulillah juga tidak rewel. Dek zai pinter sekali 😍😍 . Big love you nak πŸ‘ΌπŸ˜˜ tambah pinter lagi ya 😘 sehat selalu πŸ™ aamiin 

Sabtu, 16 Mei 2020

Tips menghilangkan bruntusan pada kulit bayi

Kalian bisa menggunkan LACTACYD BABY LIQUID.  Sabun ini bisa digunakan untuk membersihkan dan merawat bayi serta menjaganya agar tetap bersih dan sehat. Sabun ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan bruntusan merah-merah di kulit baby. Aku biasanya menggunakan sabun ini untuk memandikan babyku. Kalau si baby sudah tidak bruntusan tetap pakai sabun ini juga bisa. Untuk memandikannya encerkan 3-4 sendok penuh dalam wadah mandi. 

Jumat, 15 Mei 2020

Putra pertamaku

16 Mei 2020


Saya menikah awal bulan juni tepatnya tanggal 11 juni 2019. Bulan juli saya hamil, tapi saya belum tahu kalau saat itu sudah hamil. Baru terasa pas waktu itu study banding di uinsuka dan uinjkt. Diperjalan naik bus saya sudah merasakan kurang enak badan. Waktu berhenti untuk makan di salah satu restoran di yogya dan selesai makan langsung muntah. Saya kira hal itu biasa saja mungkin cuman masuk angin. Perjalan berlanjut ke kampus uinsuka, sesampainya disana aku merasa mual lagi. Akhirnya, aku ijin ke kamar mandi dengan ditemani temanku mala. Dia juga mual, tapi bedanya dia memang sakit. Sejak awal berangkat dia sudah sakit. 
Perjalanan selanjutnya kita berhenti di Malioboro, pas disana badanku benar" sudah lemas. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan tidak jadi ikut melanjutkan perjalanan ke uinjkt. Aku ijin pulang bersama mala dan devian karena memang sama-sama sakit. Karena aku sdh tidak kuat lgi jadi aku memutuskan untuk plng besok dan beristirahat di kos tmnku yg di yogya. Untuk kedua tmnku tadi langsung pulang dgn membeli tiket kereta, mereka pulang jam 10 malam. Sedangkan aku pulang besoknya lagi dengan di jemput suamiku. 
Selama hamil aku masih menjalani rutinitasku yaitu kuliah, ngelesi, belajar mengaji quran. Mengaji quran ini dgn  menggunakan metode thorikoti lokasinya di desa tunggulsari. Jarak dari rumahku rejoangung ke Tunggulsari bisa ku tempuh 15 menit, karena hamil jadi harus pelan-pelan naik motornya.
Anak pertamaku laki-laki lahir di bulan maret tepatnya tanggal 23 maret 2020. Alhamdulillah lahir dalam keadaan sehat.  
Aku dan suami sepakat memberi nama M. Zaidan Al Gibran, yang sering ku panggil zaidan atau zai. 
Sekarang dia berusia hampir 2 bulan, sudah pinter membedakan mana siang dan malam. 
Sekarang aktivitasku lebih ku habiskan dengan momong si boy. Mulai dari pagi memandikannya, mencuci bajunya, memberi asi, menidurkannya, menggendong dll. Karena suami pas libur 1 bulan jadi aktivitasku dibantu suami kadang juga memandikannya dibantu oleh ibuku. Sejak didalam kandungan aku sering mendengarkan murottal, harapannya supaya bisa menjadi penghafal Quran. Sekarang juga sering aku dengarkan murottal, dgn cara ini akan memudahkan dia nantinya untuk menghafal. Tips ini aku lihat dari YTobe dan pernah dengar jg dari ustads. 
Semoga my baby boy selalu diberikan kesehatan dan umur panjang yang barokah
Aamiin.

Kamis, 14 Mei 2020

Mahmud πŸ˜‰

Masih dg kesibukan yg sama, mengurus baby boy. Hingga hp.nan pun jadi jarang. Apalagi mau menyentuh tugas akhirku. Masih sangat terasa lelah 😟. Biasanya memang aku pling  smngt nugas. Tugas bagiku suatu hal yg menantang untuk diselesaikan. Namun, karena rutinitas baruku ini sdkit membuatku lelah untuk menyentuhnya. Masyaallah memang menjadi ibu tidak semudah yg kita lihat dan tdk semudah mulut orang berkomentar. Semoga kita bisa menjadi anak yg selalu mampu berbakti dg orang tua kita, bagaimanapun keadaan beliau. 😘