Hidup tenang akan membawa kesenangan dan kebahagiaan yg pasti.
Pertama kali LDR dgn suami. Rasanya benar" terasa ada yang berbeda. Kebiasaan pola hidupku pun berubah. Yang biasanya dirumah ada aku, suami dan anak. Ini aku harus pulang kermh ibuku karena tidak berani tinggal sendiri dirumah sana.
Kegiatan pagi, siang dan malampun berubah.
Biasanya kita sering jalan" kecil meskipun hanya sekedar muter" naik motor. Tp alhamdulillah anak happy. Akupun jg happy. Memang gaji suami kerja dirumah sedikit. Namun tenang dan nyamannya sangat terasa.
Mau masak apa dan makan apa bisa masak sendiri. Rumah bersih, perabotan rumah bersih, hidup terasa nyaman.
Ya meskipun ada sedikit yang membuat tidak nyaman. Namun masih ada banyak hal yang membuat nyaman.
Kerja di koprasi jam 12 siang sudah pulang. Suami dan saya dan anak bisa tidur siang. Saya juga bisa istirahat dengan cukup. Namun sayangnya saya merasa kurang bersyukur. Karena gaji dikoprasi yang sedikit. Sebenarnya itupun sudah cukup.
Dan akhirnya suami ketrima kerja ditempat baru. Yang disana harus mau ditempatkan 2 minggu diluar kota. Ehmmmm rasanya dua minggu itu seperti beberapa tahun lamanya. Kebiasaan hidup berubah. Saya merasa capek. Menurutku diposisi ini. Segalanya memang membutuhkan uang. Namun uang bukanlah segala galanya.
Jika memiliki uang lebih namun kebahagiaan tidak dirasakan lalu untuk apa uang itu. Bukankah lebih enak dg belajar merasa cukup namun hidup tenang dan bahagia.
Jika kita tenang, happy, insyaAllah uangpun bisa dicari dengan bersama sama. Dan menjadikan keluarga yang bahagia.
Apakah aku bisa mewujudkan ini??
Tuhan Bantu hambamu ini ...
Meskipun saat bersama suami sering bertengkar. Jujur rasanya kami memang saling membutuhkan demi menjaga kewarasan.
Saling membantu beberes rumah, momong anak, dll
Dan akupun juga bisa menyalurkan bakatku. Belajar ngonten, merias dll. Dengan begitu anak tetap terjaga dan kopen.
Helpme yaRabb 🙏🙏🙏
Aamiin