Kamis, 10 Juni 2021

Happy 2nd wedding day

Jumat, 11 Juni 2021

         Hari ini tepat dua tahun pernikahan saya dan suami. Kami dulu menikah pada hari selasa tanggal 11 Juni tahun 2019. Akad nikah dilaksanakan dimasjid ba'da isyak. Mengapa memilih di masjid, tidak di KUA saya. Karena ibu bapak orang jawa. Jadi mereka masih menggunakan ilmu jawa. Yaitu golek dino atau mencari hari yang baik kepada orang pinter yang lebih tahu hitung-hitungan jawa. Orang pinter tersebut bernama Mbah Ukir, rumah beliau Timurnya RS Iskak tepatnya selatan jalan. Berdasarkan hari dan waktu yang didapat dari hitungan jawa mbah ukir. Kami bagus menikah pada tanggal 11 juni 2019 ba'da Isyak. Sebenarnya semua hari jika menurut islam itu bagus. Tidak ada hari yang tidak baik semua baik. Namun jika menurut orang jawa ada pasnya dan tidak atau disebut juga dengan hari bagusnya apa dengan dicari sesuai hari lahir si calon pengantin. 
          Kami melangsungkan pernikahan di masjid Al Amin. Dulu Masjid itu milik kakekku yang bernama mbah SOAL dan saudaranya Mbh AMIN. Oleh karena itu masjid itu diberi nama Al Amin. Sekarang masjid tersebut di waqafkan untuk desaku rejoagung. 
         

Rabu, 09 Juni 2021

Cerita Zaidan ❤️ when mom is pregnant

Saat melakukan hubungan suami istri kami selalu berdoa dulu. Supaya setan tidak ikut campur dalam proses pembuaianmu. Islam mengajarkan itu. Kamipun mempraktekkannya. 

Saat didalam kandungan mama selalu mendengarkan murotal ayat" suci al quran. Hal itu juga mempengaruhi tumbuh kembangmu. Hat itu bermaanfaat sekali mama tahu dari sumber ilmu yang pernah mama dapat saat kuliah. Beliau mengatakan jika ingin anakmu mudah menghafal Al Quran dengarkan saat dia dalam kandungan dan saat masih bayi. Karena hal yang sering di dengar membuat otak merekam. Jika otak pernah mendengarkannya maka akan mudah sekali untuk menghafalkannya. 
Mama juga pernah membaca dari buku jika ingin anaknmu menjadi anak yang baik. Saat memberikan ASI berwudhulah dulu. Sehingga si ibu dalam keadaan suci.
Alhamdulillah sekarang kamupun tumbuh menjadi anak yang pintar. Semoga yang ibu usahakan untukmu sesuai keinginan ibu. Menjadi anak sholeh penghafal Al Quran yang berhati mulia dan patuh pada kedua orangtua.
I love you nak..
Semoga Allah memberikan kita umur panjang yang barokah. Sehingga mati dalam keadaan Khusnul Khotimah. Aamiin.

Transmigrasi Tahun 1984

Kisah ibu dan bapakku yang dulu adalah seorang perantau atau Transmigrasi. Ibu bapakku asalnya Tulungagung yang merantau atau transmigrasinke Sumatra Selatan. Beliau diajak saudara untuk kesana. Kesana bertiga bersama pak ridhon, pak kaselan, dan bapakku. Beliau merantau tahun 1984. Mereka berangkat dari Tulungagunh naik bis menuju ke Jakarta turun dikantor Transmigrasi untuk ishoma. Setelah sampai ke Jakarta perjalanan ke sumatra untuk menyebrangi laut menggunakan kapal. Setelah sampai ke sumatras selatan naik kereta api turun dipelembang. Setelah itu naik bis untuk menuju lokasi. Dari Palembang ke lokasi transmigrasi membutuhkan waktu cukup lama. Sekitar satu hari dan sampai sana malam. 

Sampailah disana dan istirahat dulu. Setelah paginya dilakukan lotre untuk memilih rumah yang mau ditempati. Ibu bapakku mendapatkan rumah yang sedikit doyong beratap seng dan berdinding papan kayu. Setelah beberapa tahun baru bisa membangun rumah. Membuka usaha toko dan sangat laris. Lalu ibu bapak juga mendapat bantuan berupa dua ekor sapi jantan dan betina dari pemerintah. Dengan sistem jika sapinya sudah beranak, maka anaknya diberikan tetangga sampai 3 kali. Setelah itu sapinya oleh bapak dipelihara sampai menjadi 13 sapi. Ada orang yang menipu bapak dengan iming-iming mengganti dengan gilingan. Ternyata gilangannya rusak.

Bapak ibu juga membuka usaha buka toko dirumah. Lagi lagi dibohongi orang. Mereka berhutang dan tidak membayar. Sampai jutaan hutangnya. Setelah banyak hutang tidak belanja ditoko ibuku lagi. 

Bapak ibu adalah orang jawa yang ikut transmigrasi. Banyak orang jawa yang tidak mau ikut transmigrasi karena lokasinya yang masih babat dan alas. Beliau ikut transmigrasi saat masih mempunyai 3 orang anak. 

Untuk bisa menanam padi disawah harus membersihkan lahan yang penuh dengan rerumputan. Lalu sampah-sampah itu dibakar. Jarak tempuhnya juga sangat jauh. Untuk mandi disana belum ada sumur. Jadi mandi dirawa. Itupun juga jauh dari rumah. 
Saat membutuhkan air harus mengambil dengan timba. Mengusungnya dari rawa ke rumah.

Bapakku juga seorang pedagang dipasar. Menjual beraneka ....., Dari semangatnya bapak berdagang. Sehingga bapak menjadi orang kaya disana. Lalu alasan kenapa pulang kesini yaitu karena banyaknya garong. Garong adalah sebutan orang sumsel untuk menyebut nama orang yang mencuri atau merampok kerumah. Garong disana sangat kejam saat itu. Mereka membunuh pemilik rumah jika tidak segera menyerahkan barang-barangnya. Sehingga ibuku tidak berani tidur dirumah. Akhirnya ibu menginap tidur dirumah orang yang tidak punya. Karena Garong hanya mengincar rumah-rumah orang kaya saja. 

Selasa, 08 Juni 2021

Bawang Merah dan Bawang Putih

Saya lebih sering memanggil nama ibukku dengan mak.e.
Saya kagum dengan ibuku yang mampu merawat anaknya yang banyak. Yang kini semua sudah menikah. Terakhir yang menikah adikku.
Setiap orang pasti memiliki kelemahan. Ibuku dalam mendidik 6 anak. Terkadang membeda bedekan. Ada saudaraku yang dia memiliki sifat agak manja dan galak. Ibukku sampai tidak berani dengan dia. Apapun yang dia minta jarang sekali ibuku tidak membelikannya. Sering kali ibuku mencucikan bajunya, menjemur dan sampai menyetelika bajunya juga. Padahal bajuku jarang sekali dicucikan apalagi disetrika. Tidak sama sekali. Jika iyapun bisa dihitung jari satu atau dua kali saja. Terkadang heran saja. Mengapa dia yang manja dan kurang baik sikapnya dengan ibukku. Namun mendapat perlakuan baik oleh ibuku. Saya selalu berusaha mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Tidak perlu Iri terhadap apapun sekenario Allah. Allah maha tahu segalanya. Yang terjadi adalah rencana Allah.
Mungkin Allah sedang mengajarkanku untuk menjadi anak yang mandiri dan tidak mudah iri. 

Namun anehnya juga ibukku jika tidak ada saudaraku yg itu. Ibukku denganku sangatlah baik. Seperti terasa aku memang benar anaknya. Perlakukan yang sangat terasa berbeda antara ada saudaraku yang itu atau tidak. Cerita ini  mengingatkanku seperti kisah bawang merah dan bawang putih. Cuman bedanya si ibu selalu berpura pura baik jika saat suaminya dirumah. Kalau aku saat si dia ada dirumah. Hhehe. it doesn't matter (hal itu tidak masalah).

Aku selalu bersyukur karena Allah pilihkan untuk kuliah di Kampus dekat rumah. Saat dulu mau kuliah aku sholat istikhoroh dulu. Ternyata hikmah dari sholat istikhoroh sangatlah masyaallah. Kini aku merasakannya. Ucapan dosen dosen tercinta bagaikan puisi yang terngiang ngiang dikepalaku. Selalu ku ingat pesan pesan beliau beliau. Yang paling ku ingat salah satu cerita yang masih ada kaitannya dengan kehidupanku. Beliau bercerita bahwa ada anak yang dimanja oleh orang tuanya sedangkan yang satunya tidak. Apapun yang diminta saudara satunya diberikan. Saat si dia meminta dibelikan motor. Langsunglah dibelikan. Namun hal itu tidak membawa keberkahan untuk si anak tersebut. Dia menggunakan motor itu untuk balapan. Akhirnya dia menjadi anak yang kurang baik. Sedangkan yang satunya tidak dibelikan motor. Namun dia tetap sabar.


Cerita Zaidan ❤️

Tanggal 9 Juni 2021
Selamat malam sayang
Mama menyempatkan menulis ceritamu saat masih kecil. Supaya nantinya kalau kamu tumbuh dewasa. Kamu bisa membaca tumbuh kembangmu. Mama menulis ini sudah larut malam sekali. Saat kamu terlelap tidur. Karena kamu sering sumuk jadinya saat bobok  bajumu dilepas. Hanya menggunakan celana dan baju kaos dalam saja. Sesekali kami terbangun untuk mimik entin (minum Asi). Jarang sekali mau dikasih bantal. Saat menggunakan bantal kepalamu pasti turun dari bantal lagi. Kamu lebih sering memeluk guling. Kadang juga tidur bebas tanpa guling hhhe. 
Mama fotokan juga foto saat tidurmu. 
Selamat tidur sayangnya mama. Semoga kamu menjadi anak sholeh, baik hati dan jadi kebanggan mama dan ayah. 
I love you.
Tumbuhlah dewasa dengan disertai lingkungan yang baik dan orang orang baik anakku Zaidan.  Agar kamu menjadi bagian dari orang orang yang baik dan sholeh. 
امين

Cerita Zaidan / 9 Juni 2021

Selamat Pagi, 
Pagi ini zaidan ikut mengantar mas Azam untuk pulang ke Sumatra. Sebelum berangkat Zaidan mandi dulu, setelah itu mama zai mengambilkan baju ganti. Zaidan kamu kalau pakai baju kadang masih menangis karena gak mau pakai baju. Tapi saat mandi kamu paling semangat. Mandi dengan sabun Pigeon. Mama selalu berusaha untuk mengkramasi rambutmu setiap mandi. Supaya tetap bersih dan wangi. Saat mandi kamu paling susah diminta mama duduk. Kamu sesekali berdiri dengan mainan gayung, menyikat sikat lantai, kadang juga sibuk mainan dengan bola dan bebek bebek.an. Kamu juga suka mainan air kran yg mengalir. Sesekali selang yang dikran kamu ambil juga buat mainan. Sayangku zaidan kamu selalu pintar dan menggemaskan. 
Sering kali kamu melihat orang yg sedang menyapu, menyulak, dan menyikat lantai. Kamupun selalu pandai sehingga ikut-ikutan mempraktekkannya. Diumurmu yang masih15 bulan tetapi kamu sudah pintar sekali sayang. Mudah diajak berbicara. Meskipun belum bisa bicara. Tapi kamu selalu menunjukkan kepahamanmu. Contohnya saat mama tanya dek zai Ayahmu mana, kamu langsung menunjuk ke arah ayah. Begitupan misal ditanya sapinya mana kamu juga menunjuk ke arah sapi. 

Saat memakai pampers mama selalu memberikan pelembab baby cream dulu. Supaya pas selangkanganmu tidak sakit karena tergores pampers. Lalu mama memakaikan minyak telon untukmu sebelum memakai baju. Supaya tubuhmu selalu hangat dan agar tidak digigit nyamuk. Bajumu juga mama berikan wangi wangian jomsons yang warna hijau supaya dek zai harum. Karena masih kecil kulit bayi sering keringat buntet. Mama mengolesi cream salep Sagestam. Obat ini mama dapat dari resep bu bidan emy saat kamu masih bayi usia satu minggunan. Dulu saat masih bayi belum ada satu bulan bagian kepala depan, belakang dan dahimu sering muncul bintik" kecil yang ada nanahnya. Kata bu bidan itu memandikannya kurang bersih. Karena saat itu yang memandikan bukan mama. Mama belum berani karena usiamu masih dini. Akhirnya mama belajar memandikanmu supaya kamu mandinya bersih dan gak muncul lagi bintik" itu. 

Saat kamu dibawa ke rs untuk dibersihkan bintik" nanah itu dilakukan oleh bu bidan emy dan asisitennya. Kamu nangis kenceng sekali. Mungkin karena kesakitan. Mama melihatnya gak tega sayang. Tapi demi kebaikanmu sakitnya ditahan ya nak. Alhamdulillah karena rutin dibersihkan dengan cream salep itu kamu sembuh. Jadi sekarang mama mandiin kamu harus benar" bersih. Supaya keringat dirambutmu gak bikin bintik" lagi. 

Setelah selesai pakai baju mama juga memberikan minyak rambut untukmu. Supaya rambutmu lembut mama menggunakan minyak Rita Hair Oil. Setelah semua selesai mama membedak i wajah gantengmu dengan powder pigeon. 
Ini potret kotak peralatan setelah mandi yang kamu pakai sayang. 




Senin, 07 Juni 2021

Buang Gengsi...

Banyak orang gengsi saat proses mencari uang. Dengan gensinya itu mereka tidaklah akan maju. Banyak orang yang tidak gengsi hidupnya maju dan mapan. Suami saat ini membuka toko yang masih sangat kecil sekali. Dan di tambah dengan jualan Es disamping toko. Ada juga kadang orang yang menyindir suamimu cuman kerja buka toko aja. Saya menjawab iya. Karena semenjak covid usahanya yang di kediri harus ditutup. Akhirnya suami merintis lagi dari Nol. Kadang ada rasa sedih. Kenapa sih nyinyir banget kalian. Dari pada ngomong yang bikin hati sedih mending diam aja. 
Okelah....
Saya terbiasa mencari solusi dari adanya kata yang membuat hati down. Mengingat ingat orang orang hebat yang awalnya dari Nol yang di sepelekan dan mereka berubah menjadi hebat. 
Misalnya dari kisah cerita dosenku sendiri yang dulunya masih awal menjadi penulis. Mau menerbitkan buku aja sering ditolak tolak. Dengan perjuangannya alhamdulillah bukunya sekarang banyak yang sudah terbit. 
Ada kisah lagi mengenai cerita pemilik KFC, dll
Masih banyak cerita inspirasi yang menggugah hati untuk selalu semangat.

Cerita Zaidan ❤️ 2 Mei 2021

Tanggal 2 Mei 2021 hari minggu, Anakku zaidan alhamdulillah sudah mulai bisa berjalan. Zaidan tidak melalui proses berangkang dulu setelah itu bisa berjalan. Dia tidak pernah mau berangkang. Zaidan lebih suka meminta tetah (berjalan dengan tangannya digoceli oleh orang lain). Saat usia 7 bulan dia sudah suka meminta tetah. Jadi saat anak se usianya berangkang. Dia tidak berangkang. Zaidan awal bisanya berjalan langsung dengan proses ditetah, lalu berjalan dua langkah tiga langkah dibantu dengan satu didekatnya dan yang satu didepannya. Setelah itu dia sering duduk jongkok. Tiba tiba setelah jongkok dia berdiri dan berjalan pelan pelan. Sesekali Zaidan terjatuh dan menangis. Pernah juga sampai terjatuh dan kepalanya menatap tanah. Sampai saya kawatir. Akhirnya saya mengurangi dia untuk berjalan sendirian. Lebih sering saya ikuti dari belakangnya. Lama kelamaan dia mulai bisa menyeimbangkan tubuhnya. Saat mau jatuh dia sudah bisa mengatur posisi supaya tidak jatuh. 

Sekarang sudah hampir satu bulan dia bisa berjalan. Cara jalannya sudah mulai cepat dengan sesekali juga berlari. Kadang juga masih terjatuh. Dengan kaki bagian dengkulnya menatap lantai. Nangis sebentar. Lalu saya elus bagian yang jatuh. Dan saya bilang tidak apa apa sudah sembuh sambil ditiup. 

Hari ini tanggal 6 juni 2021 sehabis adzan isyak suami dan saya mengajaknya belanja di swalayan Bravo. Awal pertama kalinya ke bravo berjalan sendiri. Biasanya kalau diajak kesana digendong. Kadang juga duduk di troli. Karena dia pakai sepatu dan lantainya keramik sedikit licin. Jadi Zaidan sering terpeleset. Yaudah saya gendong saja. Sambil nungguin ayahnya belanja kebutuhan Toko. Zaidan saya ajak melihat lihat boneka di pinggir bagian depan dekat kasir susu. Ada banyak boneka berbentuk sapi, kambing, guling dll. Zaidan suka dengan boneka sapi. Terlihat dia memeluknya sambil dipegang dengan dua tangannya. Saya ingin sekali membelikannya. Lalu saya lihat harganya sekitar 80 rb.nan. saya urungkan untuk membeli. Menurutku sedikit mahal dengan ukuran kecil dengan harga segitu. Ku coba untuk memberi tahunya. Dek zai bonekanya ditaruh lagi. Kita lihat lihat yang lain lagi ya. Lambaikan tangannya yukk... da da da sapi. Zaidan mengangkat tangan dan melambai lambaikan tangannya. 
Zaidan anak yang pintar menurutku. Dia selalu paham diajak berbicara meskipun dia belum bisa berbicara. Namun responnya selalu menunjukkan bahwa dia mengerti. 
Kita lanjut jalan jalan lagi melihat jajan jajan yang di pajang dirak. Saya sambil menggendong zaidan. Di rak ada jajan kesukaannya lalu ku ambilkan. Sambil aku bertanya kepadanya. Zaidan mau ini. Dia menganggukkan kapala. Ya Allah rasanya melihat dia yang cepat sekali merespon begitu bangga. Dalam hati mengatakan zaidam kamu pintar sekali nak. Diajak ngobrol langsung paham. Padahal usiamu masih 15 bulan. Alhamdulillah sekali. 
Langsung deh jajan itu ku ambil dari rak. Lalu ku peganggkan ditangannya. Zaidan mengatakan maem sambil menganggukkan kepala lagi. Itu tandanya dia mau makan jajan roti  tadi. Ku berikan penjelasan lagi padanya. Makannya nanti ya. Jajannya harus dibayar dulu baru bisa dimakan. 
Alhamdulillah dia tidak nangis layaknya anak kecil yang meminta ini itu dan harus langsung dituruti. Lagi lagi Dia selalu menunjukkan bahasa kepahamannya dengan tidak menangis atau marah.
Trimakasih untuk hari ini anakku Zaidan. Semoga selalu sehat, baik hati dan sholeh.