Kamis, 21 Oktober 2021

Kamis, 21 Oktober 2021

Alhamdulillah acara hajatan tasyakuran qitanan keponakanku berjalan lancar. Tadi pagi pedagang yang berjualan permainan anak-anak sudah berjejeran. Ada yang berdagang mengendarai mobil dan ada jg yg bawa motor. Salut banget untuk yg membawa mobil. Mereka menggunakan mobil tersebut untuk berjualan. Banyak permainan anak anak yang dibawanya. Beliau membawa anak dan istrinya untuk berjualan. Anaknya sudah dewasa kira" sekelas anak SMA. Masyaallah semangatnya luar biasa sekali. 

Disini untuk buwoh atau nyumbang biasa dilakukan dari pagi sampai malam. Jadi tamu" saat pagi beberapa sudah datang. Ada jg yang datang saat siang, sore dan malam. Jamuan yang diberikan disini selalu prasmanan. Stok makanannya pun banyak sekali. Ada soto ayam dan dalam satu mangkuknya terisi penuh. Mienya dan suiran ayamnya sangat banyak. Untuk pemilihan lauk ada lele goreng, sumur jengkol, capcay, ayam goreng, kerupuk dan oseng" hati ayam. Menu ini stoknya jg banyak sekali. Sampai selesai acara masih banyak stoknya. 
Stok yang belum habis ini besok akan dibagi-bagikan ke anggota panitia karangtaruna dan tukang rewangnya. 

Tersedia juga jajanan suguhan untuk oara tamu. Diatas meja ada roti, aneka rasa keripik pisang, kacang goreng, madu mongso, lumpia, dan lemper. Untuk minumnya yang ada diatas meja hanya ada minuman gelas saja. Namun dibelakang untuk para ewangnya tersedia kopi, teh dan botolan sprit. 

Acara berjalanan sampai malam. Bukan malam lagi karena sudah melebihi jam 12 malam. Bearti sampai pagi ya. 
Untuk tamu yang berdatangan cuman sampai jam 9 malam. Seterusnya adalah tamu undangan yang jagongan saja. 

Untuk para pedagang tadi sudah pada pulang. Ada yang pulang sore dan ada yang pulang jam 8 malam. Disini kurang aman akses jalannya. Karena jalanan masih tanah dan beberapa berkerikil. Disepanjang jalan yang tidak ada rumahnya jg tidak ada lampu. Jadi saat malam terlihat begitu gelap sekali. Kanan kiri jalanan dipenuhi sawit sawit.

Rabu, 20 Oktober 2021

Hari, Rabu 20 Oktober 2021

Pagi... Hari ini masih di Desa Bumi Makmur, kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Hilir.

Alhamdulillah cuaca hari ini lumayan sejuk karena mendung. Siangpun tidak terasa panas seperti biasanya. Udara dari pagi sampai siang terasa sejuk sekali. Alhamdulillah. 
Pagi ini aktivitasnya dimulai dengan ziarah ke makam nenekku. Lebih tepatnya ibu dari bapaknya. Beliau bernama mbah Partini. Meninggal pada bulan 7 tahun 1998. Masih pertama ini aku mengunjungi atau berziarah makam di Mbah Partini. Karena sudah 20 tahun lamanya tidak pernah kesini. Kami membaca yasin bersama sama. Ada Ibuku, suami, mas Anang, dan kholis. 
Setelah selesai berdoa kamipun pulang. 
Saya digandeng dengan suami mengendari motor. Kami berhenti sejenak untuk melihat rumah walet. Kami kepo karena dirumah walet tersebut terdengar suara walet yang sangat nyaring. Terlihat ada sond" kecil di atas jendela dan pinggir jendela. Kami kepo dan mengamatinya sejenak.

Sampailah dirumah lalu cuci kaki dan tangan. Menggunakan air toren di depan rumah. Aktivitas selanjutnya saya memandikan anakku Zai, memakaikan baju, bedak dll. Setelah itu nyapu dan membakar sampah. 
Hari ini juga banyak pedagang yang berjejer jejer menata dagangannya dipinggir jalan. Dikarenakan ada acara hajatan. Disini jika ada hajatan banyak pedagang yang berjualan. 
Acara hajatannya sebenarnya masih besok tanggal 21 oktober 2021. Namun pedagangnya sudah siap berjualan. 

Perbedaan hajatan disini dan dirumahku Tulungagung. Jika di OKI sangatlah ramai tukang masaknya. Bagian yang rewang itu sangatlah banyak sekali. Padahal tidak dibayar. Mereka benar-benar membantu yang insyaallah dengan ikhlas datang ke pemilik hajatan. Membantu memasak dari pagi sampai malam. Mereka pulang hanya sesekali diwaktu siang dan sore untuk mandi. Lalu kembali lagi kesini. 
Kebetulan yang sedang mengadakan acara hajatan adalah kakakku nomer 3. Yaitu mas Manut. Acaranya adalah hajatan syukuran qitanan putra pertamanya. 
Perbedaan Hajatan di kab OkI dan di Kab.TA:
Di kab oki:
1. Undangan untuk orang tua bisa sampai 1500 undangan
2. Bagian tukang rewang sudah membantu memasak jajan dan yang lainnya jauh jauh hari
3. Tukang ewangnya sangat banyak sekali. Sekitar 150 orang. Yang 80 orang anggota  panitia Karangtaruna. Untuk yang lainnya bagian memasak.
4. Banyak pedangan yang berjualan didekat pemilik hajatan. Dimulai dari yang berjualan pop ice, sosis, es cream, mainan anak-anak, dll.
5. Untuk teropnya bagian atas terop dilapisi terpal dan bawahnya kain. 
6. Disini penyebutan becek adalah nyumbang. Kalau di TA nyebutnya becek atau buwuh.
7. Untuk pas acara makan makan disini makannya losss. Maksut dari kata loss yaitu bebas mau makan apa dan sebanyak apapun itu boleh. Jadi persiapan makanan untuk hajatan benar-benar banyak sekali. Kebanyakan makanannya buatan sendiri. Dari jajan suguhan dan makanan untuk prasmanannya. 

Dikab.TA :
1.