Selasa, 23 Maret 2021

One Year My Baby

Alhamdulillah...
Hari ini tepat satu tahun yang lalu aku melahirkan anak pertamaku. Ditanggal 23 Maret 2020. 
Penuh perjuangan karena aku harus oprasi SC. Dikarenakan HPLnya sudah melebihi satu minggu. Sudah dicoba untuk pemberian obat perangsang supaya bayiku mau keluar. Tapi nyatanya tidak berpengaruh.

Saya menyetujui untuk dioprasi. Pertama kalinya dihari itu saya masuk ruang oprasi. Perawat memintaku untuk melepas baju dan diganti dengan menggunkan jarik saja. Masuk ruang oprasi disana AC nya sangat dingin sekali. Awalnya saya ingin meminta dokter untuk mengecilkan tapi saya tidak berani. Akhirnya saya tahan saja dengan suhu yang dingin. Saya pikir mungkin suhu diruang oprasi harus dingin.

Jam 9 pagi saya masuk ruang SC. Saya menunggu lama sekali disana. Ternyata dokternya sedang mandi. Harus menunggu sedikit lama. Mulai tindakan SC sekitar jam 10.55 nan seingatku. Dan selesai SC jam 11.05. 

Saya dibius hanya separuh saja. Bagian belakang punggungku disuntik. Sakit rasanya. Jadi saat tindakan oprasi. Saya mengetahui dokter" yang sedang bertindak. Tapi tidak terlihat semua. Hanya dibagian kepala mereka saja. Karena didepanku ditutupi oleh kain berwarna hijau dengan tinggi kira-kira setenga meter.an. 

Saat itu ada dokter bagian mengecek alat yang ada diatas kepalaku. Seperti alat pendeteksi detak jantung. Beliau memberi tahuku jika merasa sesak harus bilang. Alhamdulillah anakku sudah lahir. Dia menangis dan langsung digendong oleh perawat untuk dibersihkan dan dipakaikan baju.

Oprasi selesai pukul 11.05. namun saya tidak langsung keluar dari ruang Oprasi. masih menunggu didepan pintu keluar. Tubuhku rasanya mengigil sangat dingin sekali. Rasanya masih pertama itu ku rasakan. Benar benar menggigil kedinginan. Sampai aku berpikir negatif. Apakah aku akan pergi...
Tuhan Aku benar benar takut...
Suami, ibu dan mertuaku menemaniku saat itu..
Menunggu infus habis baru bisa keluar dari ruang oprasi.

Perawat memintaku untuk belajar memiringkan tubuh kekanan dan kekiri. Ya Allah rasanya lebih sakit lagi dan lagi. Allahurabbi.

Perjuangaku terbayar dengan disandingkan bayiku yang ganteng sekali. Ku beri nama Zaidan. Dia sangat comel dan lucu. Tiap ada bayi yang ada ruang sebelah nangis. Dia ikutan nangis. Ya Allah rasanya dia mudah terharu seprti emboknya ini. Hhehhe. 
Oleh suster diminta belajar meminum asi. Dia juga langsung mau. Alhamdulillah sekali.

Selamat berulang tahun anakku sayang zaidan. Semoga aku, kamu, ayah dan semua keluarga bangga kepadamu. Jadilah anak yang baik, berhati baik, berakhlak mulia, cerdas, pintar, sholeh, taat pada umi abi, dan semua doa doa baik just for you baby.

Harapanku semoga kamu menjadi penghafal Quran dan mengamalkan setiap isinya. Karena sejatinya dunia hanyalah sementara. Semua itu untuk bekal pejalanan kita menuju surga.

Banyak harapan umimu ini untukmu sayang. Semoga kita diberikan umur panjang yang barakah. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selamat hari kelahiran sayangku zaidan. I Love you baby. ❤️🤗