Jumat, 26 Februari 2021

Rumah

Hari sabtu, tanggal 27 Februari 2021

Alhamdulillah. Hari ini mulai membuat pondasi rumah. Saat menduduk tanah dibantu oleh saudara-saudara dan benerapa tukang. Beberapa saudara yaitu pak Yani, pak Rin, pak Tik, mas Anang, Mr Kholis, bambang, dan pak Wardi. 

Awalnya saya tidak mengira jika beliau-beliau ikut membantu. Tadinya ku kira hanya tukang dan kulinya saja yang akan menggali tanah untuk pondasi. Terimakasih sudah ikut membantu, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. aamiin.

Saat proses membangun ini jika dikaitkan dengan dunia ilmu. Sangatlah berkaitan sekali. Membangun rumah adalah kegiatan yang dilakukan oleh ahlinya ilmu pembangunan. Mereka memiliki ilmu dalam hal itu. Begitu juga dengan ahlinya orang merangkai besi untuk membuat cor cor.an. Jika hal itu tidak dilakukan oleh ahlinya, maka hasilnya kurang memuaskan. Bisa juga mal praktek. Memang mereka tidak sekolah dalam hal pembangunan tetapi mereka belajar langsung dengan ahlinya. Karena belajar tidak hanya dibangku sekolah saja, bisa dilakukan dimana saja. 

Manusia memiliki kemampuannya sendiri-sendiri atau bisa juga disebut memiliki bakatnya masing-masing. Seperti halnya ikan yang pandai berenang dan monyet yang pandai memanjat. Jika ikan diminta untuk memanjat sampai kapanpun dia akan merasa bodoh karena tidak bisa. Begitu juga dengan monyet yang diminta berenang, dia akan kesusahan. 
Oleh karena itu kita harus belajar menghargai perbedaan orang lain. Janganlah suka merendahkan orang lain yang tidak memiliki bakat yang sama dengan kita. Misalnya kita pandai dalam pelajaran bahasa inggris. Bisa saja kita lemah dalam pelajaran Matematika. Dan dia pandai dalam ilmu matematika. 

Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Jika dikatakan seperti itu apa ada manusia yang bisa hidup sendiri tanpa membutuhkan orang lain. Saya kira hal itu tidak mungkin bisa. Jika dikaitkan dengan membangun rumah. Kita membutuhkan banyak tenaga orang lain untuk membantu pengerjaan. 

Sedikit sharing dariku yang masih belajar. 


Sabtu, 06 Februari 2021

Keluarga Kecilku

Saya menikah pada tanggal 11 Juni 2019. Pas hari itu saya sedang datang bulan. Banyak orang bilang jika saat menikah haid itu pas masa subur. Pada bulan juli akhir baru terasa mual dan telat haid. Ternyata setelah cek ke puskesmas alhamdulillah positif. Untuk bulan selanjutnya kami memutuskan untuk periksa di bidan terdekat. Setelah priksa disana ternyata yang menangani adalah asistennya. Jadi saya pribadi kurang merasa puas dengan pelayanannya. Banyak yang cerita juga kalau disana memang sering yang melayani asistennya.

Bulan selanjutnya setelah sharing dengan teman yang sama-sama hamil. Saya memutuskan untuk ke dokter kandungan saja. Karena kebetulan teman saya tersebut lulusan Akper. Jadi saya mengikuti sarannya. Temanku priksa di dokter kandungan bapak Cholid.

Sebelum periksa langsung ke lokasi. Pasien diwajibkan menghubungi dulu via WA yang nantinya akan dimasukkan grup.
Saya dengan diantar suami mencoba priksa disana. Untuk pertama kalinya saya dan suami mendatangi dokter kandungan. Terkesan sedikit canggung dan bingung harus memulai darimana. Saya mencoba melihat dari kejauhan sambil melihat pasien yang datang. Supaya tahu akan kearah mana dulu. 
Lalu pasien itu menuju kearah meja yang terletak didepan ruang praktek kandungan. Mereka mengumpulkan buku pink. Setelah itu duduk menunggu panggilan untuk dicatat. 
Saya ikuti cara tersebut. Setelah menunggu, akhirnya namaku dipanggil. Dibagian antrian tadi mbak adminnya mencatat nama lengkapku, golongan darah, mentensi darah, mengecek berat badan, menanyakan alamat, lulusan apa dll.

Setelah pencatatan selesai, saya diminta menunggu panggilan masuk ke ruang praktek kandungan. Antri yang cukup lama membuat tubuhku merasa capek. Tibalah namaku dipanggil dan saya masuk ruangan tersebut. Ternyata disana dilengkapi dengan alat USG terbaru. Saya dapat melihat bayi yang ada dikandungan melalui usg. Terlihat direkaman yang berada didepan tempat berbaringku. Bayiku yang masih beberapa bulan belum kelihatan sempurna. Melihatnya direkaman usg rasanya tidak sabar bertemu langsung. 

Dokter mulai mencatatkan obat dan vitamin khusus untuk ibu hamil. Beliau sambil bicara memberikan saran untuk memperbanyak makan dan minum yang bergizi. 

Resep diberikan kesuami. Kamipun segera keluar dan kembali kedepan untuk membayar biayanya di mbk admin. Biaya usg 3D masih 100 rb. Dan uang adminnya 10 rb. Untuk uang admin 10 rb ini hanya membayar diawal saja. Jadi selanjutnya tidak perlu membayar uang adminnya lagi. 

Suami segera menebus obat diapotik depan. Habis sekitar 150 rb.an. dan obat vitaminnya banyak sekali. 
Setelah itu kami pulang.

Next. Insyaallah diblog selanjutnya 🤗