Sabtu, 29 Agustus 2020

Belajar Iqro'

Setelah lama berdiam diri dirumah dengan kesibukkan yang sama. Yaitu menjaga si baby boy. Saya niatkan lagi untuk berbagi sedikit ilmu yang saya miliki untuk adik-adik. Karena saat sore ibu saya sudah tidak repot mengurusi sawah. Saya minta tolong untuk menjaga si baby boy.

Hari sabtu, tanggal 22 Agustus 2020 saya mulai mengajar  ngaji dimushola. Lumayan banyak santri yang mengaji, ada sekitar 30 santri. Ini hanya wilayah tetangga rumahku saja yang mengaji. Jadi menurutku dengan anak 30 tersebut sudah lumayan banyak.
Metode mengaji masih menggunakan cara lama. Yaitu para santri mengumpulkan prestasi dimeja ustad/ustadzah. Lalu ustad/ustadzah memanggil para santri satu persatu untuk maju membaca.  Dengan langsung disemak oleh ustad/ustadzah.  Cara ini sudah pernah saya rasakan saat masih kecil. 

Jika dimadrasah botoran cara mengajinya sudah dibedakan kelasnya. Untuk ibti'dayah kelas 1 sampai kelas 6. Stanawiyah kelas 1 sampai kelas 3. Dan Aliyah kelas 1 sampai 3. Disana santrinya sudah banyak sekali dan semakin maju juga. Setelah ulya lulus ada kelanjutannya lagi yaitu mengaji balahan. 

 Hari kamis ini jadwal mengaji anak-anak dikhususkan untuk belajar  sholat.  Saya dan Bu Ud mengajari untuk belajar doa-doa sholat dan gerakkan sholat. Jadi santri langsung mempraktikkan gerakkan sholat dan doanya. Pertama kami mulai dengan santri putra untuk belajar adzan. Salah satu santri mengacungkan jari untuk praktik adzan. Yaitu Fahril. Siswa kelas 4. Dulu dia muridku les. Sedikit tahu tentang anak tersebut. Memang belum begitu pintar didalam belajar materi sekolah. Namun dia pintar dalam mengaji. Terlihat saat saya menyemaknya untuk membaca, sudah sangat lancar dan bagus.  

Gerakkan demi gerakkan sudah dipraktekkan oleh santri-santri. Jam 16.45 kami sudah.i . Karena pulangnya jam 17. 00 sehingga masih kurang 15 menit. Saya manfaatkan untuk membaca doa setelah mengaji dan memberikan tebak-tebak.an kepada semua santri. Bagi yang bisa menjawab boleh pulang duluan. 


Tulungagung, 28 Agustus 2020

Jumat, 21 Agustus 2020

Buwoh dibulan Agustus 2020

Bulan agustus 2020
Dibulan ini temanku banyak yang tiba-tiba sebar kabar menikah. Beberapa temanku yaitu yang pertama  nanda temanku kuliah s1 dan s2 tanggal 4 agustus, temanku smk desy tanggal 8 agustus, temanku kuliah lagi ada desty tanggal 10 agustus, khana tanggal 13 agustus, dilla tanggal 15 agustus, dan eka tanggal 17 agustus. 
Alhamdulillah acara nikahan temanku semua berjalan lancar. Doaku semoga samawa dan segera diberikan momongan. Aamiin. Tidak semuanya aku bisa menghadiri. Dikarenakan pandemi juga, mereka tidak sebar undangan. Kabar melalui whatsapp menjadi alat informasinya. Beberapa dari mereka mengabariku melalui obrolan saat jumpa.

 Hanya nanda, desy, khana, dan dilla yang bisa aku hadiri. Untuk acaranya nanda aku menghadiri ditemani suamiku, sambil silaturahmi. Kangen juga lama tidak bertemu. Dia temanku kuliah satu kelas di s1 dan s2. Aku sangat kagum dengannya dalam penyampaian materi dikelas. Mudah dipahami dan kalem. Banyak hal yang aku tiru darinya. Hhh. Dia juga mengajariku saat mau ujian tesis pas waktu itu. Karena ujian secara daring, pesannya kalau ada pertanyaan dipahami dulu jangan asal jawab. Bisa dicari dulu jawabannya. Trimakasih. Sangat bermanfaat sekali. Dan saya terbantu saat ujian kemarin. 

Acara yang kedua aku menghadiri acaranya desy temanku saat dibangku SMKN. Rumahnya tidak jauh dari rumahku. Kira-kira hanya membutuhkan waktu 10 menit.an . Jadi aku mengusahakan untuk menhadirinya. Kebetulan juga pas waktu itu, aku mau foto ijasah. Jadi sekalian make.up dan mampir ke kondangan.

Acara yang ketiga dirumahnya khana temanku kuliah s1. Jauh-jauh hari dikabari bahwa mau menikah dan aku diminta untuk merias kembar mayang. Aku menyanggupinya.  

Sebenarnya kurang yakin dengan kemampuanku merias. Karena sudah lama tidak mencoret-coret menggunakan kuas. Dan aku juga tidak bermakeup dirumah. Sibuk dengan momong, jadi mau merias diri tidak sempat. Aku coba lagi mengasah merias diwajahku sendiri. Alhamdulillah masih ingat. Tiba saatnya tanggal 13 agustus, aku dan suami berangkat merias dirumahnya.

Suamiku membantu dalam menyiapkan lighting, membawakan tas berisikan peralatan makeup dan tripot. Dengan sabar beliau memasang lighting itu ditripot. Aku memulai merias kira-kira jam 9.00 sampai jam 10.55. Tiga orang yang aku rias. Awalnya hanya kembar mayang saja yang aku rias. Namun salon yang khusus merias ibunya tidak datang. Akhirnya aku dimintai tolong untuk merias ibunya juga. Budget yang aku tawarkan tidaklah mahal. Mengingat dia temanku dan aku juga masih belajaran. Jadi aku menghargainya setiap riasan kurang dari 100rb. Ini hasil makeup ku kemarin.
Alhamdulillah client suka. ❤️😍🤍

Selanjutnya, tanggal 15 agustus. Aku, suami dan si baby boy menghadiri acara pernikahan Dilla. Dia temanku kuliah s1 satu kelas dan s2 beda kelas. 

Pagi-pagi sekali aku dan suami persiapan untuk kerumahnya dilla. Jarak yang kami tempuh menghabiskan waktu sekitar 45 menit dengan perjalanan santai. Mengingat aku membawa si baby boy. Jadi suami mengendarai dengan santai. Jam 10.an kami berangkat dan alhamdulillah sampai dengan selamat. Karena rumahnya masuk gang. Jadi suami memarkir mobil didepan gang. 

Teman-teman mengajak untuk menggunakan baju couple warna putih. Supaya kelihatan lebih bagus dan kompak saat difoto. 

Setelah acara selesai satu persatu teman berpamitan. Karena masih panas. Aku pulang pas akhir. Sekalian  sholat dhuhur disana. Jam 14.00 kami berpamitan.
Alhamdulillah acaranya berjalan lancar.
Bahagia sekali melihat teman menikah. Sampai terharu rasanya. 
Sakinah Mawaddah Warahmah sayang-sayangku. 
Semoga teman rasa saudara terjalin sampai kakek nenek. Aamiin ❤️

Tulungagung, 15 Agustus 2020

Manfaat Air Kacang Hijau bagi BuMiL 😊❤️

Sedikit cerita saat hamil kemarin. Banyak perubahan dikebiasaan saya. Dari pola tidur, makanan, minuman, bau dll. Dari saya yang awalnya suka dengan nasi goreng, telur goreng, bawang goreng, jus avocad, ayam goreng, bau wangi-wangian dll. Semua berubah, sehingga saya menjadi tidak suka. 

Sedangkan kesukaanku juga ikut berubah. Saya saat hamil lebih suka makan ubi-ubian terlebih ketela kaspe goreng, pisang goreng, sayur-sayur.an atau soup. 

Saat hamil saya juga lebih suka tidur dan mudah ngantuk. Waktu kuliah didalam kelas sering sekali ngantuk. Sampai saat mata ini memperhatikan penjelasan dosen tiba-tiba tertidur sebentar. Padahal posisi tubuh dan kepala sudah tegak. Masih aja bisa ngantuk. Hhhh.

Saya juga minum susu ibu hamil. Ternyata susu ibu hamil banyak juga macamnya. Dulu cuek dengan hal itu. Sehingga kurang tahu ada berapa aja macamnya. 

Pertama cek kehamilan di bu bidan Endah, disana juga menjual susu  ibu hamil. Saya ditawari untuk membeli susu ibu hamil yang dijual disana yaitu Frisian Flag. Suami membolehkan untuk membeli. Setelah saya coba minum, ternyata saya tidak suka. Akhirnya tidak keminum dan dibuang. Mencoba lagi dengan merk susu Prenagen. Alhamdulillah cocok, sampai hamil tua minum susu itu.

Keluh kesah saat hamil ternyata ada aja. Dan itu memang benar adanya. Dulu sebelum hamil pernah kepikiran masak iya orang hamil bisa benar-benar berubah hormonnya. Ternyata setelah hamil membuktikan sendiri hal itu memang benar adanya. 

Yang paling terasa saat hamil dibagian punggung rasanya sakit. Dan orang hamil banyak yang bilang tidak boleh dipijat. Akhirnya hanya di gebek atau di elus-elus saja punggungnya. Dapat tips dari teman yang pernah hamil. Supaya punggung tidak terasa sakit, dibuatkan minuman dari kacang hijau. 

Jadi caranya yaitu: 
1. Ambil secukupnya kacang hijau Bisa setengah gelas aja
2. Lalu ambil air bersih untuk memasak kacang hijau. Bisa dua gelas. Atau sesuai selera. 
3. Masukkan air dan kacang hijau di dalam panci
4. Masak sampai mendidih dan sampai kacang hijau matang
5. Setelah itu ambil airnya saja dan kasih gula dan garam sedikit. 
6. Siap di minum 

Kacang hijaunya juga bisa dimakan. Kalau suka sih. Kadang ibu hamil ada yang tidak suka. Kalau saya lebih suka sarinya saja.

Setelah saya coba. Memang benar ada manfaatnya. Punggungku sudah tidak sakit lagi. Saya minum secara rutin karena jika tidak minum. Punggung kembali terasa sakit. 

Semoga bermanfaat 😊

Tulungagung, 21 Agustus 2020

Sabtu, 01 Agustus 2020

Semua Pasti Ada Hikmahnya

Alhamdulillah...

Penuh syukur sekali bisa menyelesaikan tugas akhir kuliah, untuk mendapatkan gelar Magister. Tepatnya hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2020. Hari itu dilaksanakan ujian tesis dengan 4 dosen yang akan menguji sidang tesis. Diantaranya penguji itu adalah bapak Prof Dr.H.Akhyak, M.Ag, Bapak Dr.H. Abd. Aziz, M.Pd.I Bapak Dr.Zaenul Fitri, M.Ag dan Bapak Dr. Agus Purwowidodo, M.Pd. Ujian dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi zoom.



Tanggal 27 Juli 2020, sebelum ujian dimulai. Ibu Sekjur mengkoordinasi mahasiswa yang akan ujian untuk mencoba aplikasi zoom. Melalui grup WhatsApp Pascasarjana PAI beliau memberikan panduan-panduan cara mendaftar zoom. Untuk mahasiswa yang belum memiliki akun zoom dibimbing oleh beliau dan diarahkan untuk sign up. Saya masih kesulitan untuk mendaftar.  Saya terus ikuti arahan beliau. Awalnya diminta untuk masuk dipencarian google dan ketik zoom.us. bagi yang belum memiliki akun diminta untuk klik sign.up. dan seterusnya sampai berhasil. Pendaftaran zoom ini membutuhkan waktu beberapa jam. Dan dibantu juga oleh teman dekatku s1 dulu yaitu Ikfina Nadhiroh. Trimakasih mau direpotkan dan sudah membantu. 

Untuk melihat pendaftaram zoom ini benar-benar berhasil atau tidak. Saya dan teman-teman dihimbau untuk cek zoom dan bergabung dengan grup zoom bersama ibu Sekjur. Ada kendala lagi dari beberapa teman dan saya juga, ternyata leptopnya dibagian microphone tidak bisa digunakan. 
Kami coba lagi dengan menghubungkan menggunakan zoom di HP. Alhamdulillah bisa. Jadi kami menggunakan HP dan leptop untuk bisa menggunakan aplikasi zoom. Leptop digunakan untuk bertatap muka dengan dosen penguji supaya terlihat jelas. Dan juga digunakan untuk membaca power point. Dan untuk HP digunakan sebagai alat mendengarkan suara bapak ibu dosen penguji. 
Alhamdulillah pendaftaran zoom berhasil. Siap digunakan untuk ujian besok. Beliau yaitu ibu sekjur membimbing mahasiswanya dengan sangat sabar. Beliau melakukan hal ini semua supaya ujian kami berjalan lancar dan tidak ada halangan. Masyaallah terimaksih sekali bu. Semoga Allah yang membalas kebaikan-kebaikan panjenengan. 

Tidak menyangka sekali saya mampu menyelesaikan tugas akhir kuliah ini. Meskipun belum totalitas bagusnya hasil penelitian saya. Dikarena pandemi ini, mengharuskan saya untuk meneliti secara on line. Saya menggunakan google.form untuk menyebar angket ke siswa siswi. Sebenarnya ada baiknya menggunkan google form ini. Karena hasilnya langsung ada dan bisa dicopi. Jadi saya tidak perlu bersusah payah untuk memasukan satu-satu data hasil penelitian diexcel. Semua ada hikmahnya dari pandemi ini. Mungkin jika tidak ada pandemi covid-19, saya dan teman-teman harus banyak mengeluarkan biaya untuk fotokopi angket. Angket saya sebanyak 5 lembar dikali 187 siswa. Belum lagi jika harus datang ke lokasi penelitian yang jaraknya lumayan jauh dari rumah saya. Yang pasti membutuhkan bensin banyak. 

Keadaan apapun kita harus selalu belajar untuk bersyukur dan sabar untuk menjalaninya. Karena semua pasti ada hikmahnya. Hikmah yang kedua yaitu saya bisa mengerjakan tugas cukup dirumah saja. Dan bimbingan dilakukan secara on line dengan vcall melalui whatsApp. Untuk dosen penguji kedua karena lumayan dekat dengan rumah. Saya bimbingan langsung ke rumah beliau. Tetap sesuai dengan protokol menggunakan masker, tidak berjabat tangan dan jaga jarak. Hikmah yang ketiga yaitu saya bisa mengerjakan disambi dengan menjaga si baby dirumah. Karena anakku masih berusia 3 bulan.nan dan minum asi, jadi masih sangat ketergantungan denganku. dan hikmah yang keempat saya bisa ujian On Line dirumah saja, tidak perlu meninggalkan sibaby terlalu lama. Karena ujian On Line ini membutuhkan waktu 1 jam. Namun yang lama adalah persiapannnya. Harus selalu siap apabila jamnya ujian maju. 
Dibantu dengan ibu dan suamiku yang menjaga sibaby saat saya tinggal, saya bisa mengerjakan tugas kuliah ini sampai selesai. Terimakasih ibu dan suamiku. 

Menurut saya tugas ini belum maksimal bagusnya. Terlebih saya ingin mencoba penelitian RnD, namun dengan keadaan saya saat itu hamil tua. Saya urungkan niat untuk mencoba penelitian RnD. Saya teringat oleh dawuhipun dosen pasca bahwa "Tesis yang baik adalah yang selesai". Dan lagi yaitu "jika kita menginginkan makan sate, dan bisanya hari ini makan nasi pecel. Yaudah makan nasi pecel dulu saja. Dari pada menunggu bisa makan sate sehingga membuat hari ini kelaparan. Pilih yang mana?." intinya kurang lebih seperti itu. 
Ibaratnya jika saya mampunya penelitian kuantitatif jangan dipaksakan untuk RnD. Saya berusaha dengan cepat untuk menyelesaikan tugas ini. Karena dulu S1 mengambil kuantitatif, insyaallah  kurang lebih sama caranya. Alhamdulillah selesai pada tanggal 14 Juli 2020. Dan pembimbing 1 dan 2 sudah ACC. 

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. (QS.Al Insyirah ayat 6). Selagi kita berusaha pasti ada jalan. Insyaallah. 

Trimakasih sudah membaca 
Mohon maaf jika ada salah dalam penulisan 🙏🙏
Jangan lupa tinggalkan komentar 🙏

Tulungagung, 1 Agustus 2020