Rabu, 25 Desember 2019
11 september 2019
4 September 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Sebuah Profesi
Untuk memulai sesuatu terkadang memanglah terasa malas, namun jika tidak dimulai sekarang kapan hal itu akan mulai, seperti halnya dalam melakukan pekerjaan. Tidak ada pekerjaan yang dimulai tanpa kita melakukannya. Pekerjaan apapun itu (yang pasti halalan toyyiban) mau menjadi guru sekolah, guru les privat, menjadi penjahit, perias, pekerja kantoran, pekerja toko, satpam dll. Apapun itu jika kita tidak action pasti tidak ada hasil. Semua perlu adanya usaha untuk bertindak, kamu berusaha dan kamu membawa hasil.
Dari kecil memang saya menyukai dunia Make-up, namun tidak tahu harus belajar dari mana dan belajar di siapa. Hobby saya ini mulai berkembang saat mengikuti Event Beauty Class pada tanggal 9 Desember 2018. Ini hasil pertama Make-up saya mengikuti Event BC (Beauty Class) :
Syukuri apa yang kita miliki saat ini. Insyaallah Allah akan menambah nikmatnya lagi dan lagi. Terus berusaha, belajar dan berdoa. Rezeki sudah ada yang mengatur tetapi kita jangan hanya duduk manis dan menunggu keaajaiban itu, jemputlah. seperti menjemput jodoh. datangi yang punya. eits... Jangan yang sudah punya suami atau istri. hhhh
Terimakasih.
Semoga bermanfaat
Jumat, 15 November 2019
Selasa, 08 Oktober 2019
Sedikit Pengalaman mengikuti acara Beauty Class
Sedikit tips dari kak dika dalam merias wajah.
Bagi kalian yang suka merias wajah
Yuk ikutin tips dibawah ini.
Awalnya buat alis terlebih dahulu :dirapikan dgn conceler. Dan pensil alis harus runcing supaya dibentuknya bagus
Untuk alis dalam merapikan bisa pakai foundation dan conceler
Tips penggunaan foundation : cari yg lebh gelap dari warna kulit
Membuat sheding pipi diukur menggunakan penggaris/kuas
Bedak tabur dlu lalu bedak padat
Penggunaan sblm penggunaan foundation
Sblm di pasang bulu mata. Bulu mata di beri maskara terlbh dahulu
Tips memasang bulu mata ditempel dr tengah dlu
Jd foundation padat dlu lalu foundation cair
Jika makeup sudah selesai maka sprai wajah
Jd dipakai sblm di makeup, setelah pemberian foundation dan akhir makeup
Kamis, 26 September 2019
Islam Nusantara
Islam Nusantara
Islam dibagi menjadi 2 aspek yaitu:
1. Normatif
Normatif : sama diseluruh dunia, apapun alirannya
Contohnya: Sholat 5 waktu, menutup aurat dll
2. Historis
Historis: penerjemahan normatif sehingga bermacam-macam
Contohnya: cara melaksanakan sholatnya, cara menutup aurat dll
Pernah ketika melihat acaranya Gus Gendeng di Alun-alun Tulungagung bahwa *Islam* itu seperti halnya ketela
Ketela itu bisa dimasak berbagai macam rasa. Bisa di masak menjadi tape, telo goreng, telo godhog,dll. Bukankah itu berasal dari sumber yang sama yaitu ketela atau singkong 😊
Seperti itulah *ISLAM* satu namun banyak macamnya 😊 lalu mengapa kita saling menyalahkan
Bukankah hal itu tidak perlu.
Seperti yang Bapak Ngainun Naim katakan bahwa Menyalahkan orang lain membuat kita lupa, bahwa nyatanya kita mempunyai banyak kekurangan.
Istilah Islam Nusantara bukanlah istilah baru ditinjau dari perspektif dalam keseharian ataupun kajian konseptual akademik.
Istilah Islam Nusantara begitu populer setelah menjadi tema utama Muktamar NU ke 33 di jombang pada tanggal 1 sampai 5 Agustus 2015.
Islam Nusantara sebagai model pemahaman Islam semakin ditunggu seiring dengan berbagai kekerasan yang mengatas namakan ISLAM.
Islam Nusantara itu penting untuk kita pelajari karena ini islam alternatif dalam konteks normatif dan historis. Supaya kita tahu, memahami, dan mendalami.
Mengenai *KUALITAS*
Lembaga pendidikan yg akan diikuti masyarakat yaitu bisa memberi harapan sesuai dengan keinginan masyarakat.
Pendidikan yg diharapkan masyarakat
Mahal jika masyarakt percaya maka antri.
Itu sudahlah *RUMUS*
Contohnya yang terjadi di MIN 1 Malang pendaftaran satu hari dengan kuota 200 kursi sedangkan yg daftar minimal ada 2000.an peserta.
Itu adalah bukti kepercayaan atas kualitasnya.


