Selasa, 26 Juli 2022

pengalaman mengajar di sekolah

Pertemuan ke 7 minggu ke dua

Hari ini saya mengajar dikelas 1
Kesan pertama mengajar dapat bonus anak" yang ramai dan susah dikondisikan. Dan hari ini saya harus mengajar sendirian karena guru yang satunya ada acara dinas.
Saya mengajar sendirian di kelas 1 Sd. Menjadi guru kelas. Kelas ramai sekali, anak anak ada yang keluar. Dan susah di kondisikan. 
Ada jg yang autis. Jadi butuh pendampingan lebih kusus. Dia tidak mau masuk kelas. Berlarian di kantin. Dan akhirnya saya gendong. 

Dari sini saya merasakan lelahnya menjadi guru. Yang jika dibandingkan dengan gajinya. Mungkin bisa dikatakan tidak sebanding dengan lelahnya. Namun itulah guru. Pahlawan tanpa tanda jasa. Benar benar nyata adanya.

Saya ingin sekali menjadi guru. Namun tidak sengoyo ini. May be lebih ingin di terima disekolah yang lebih santai cara mengajarnya.

Akan saya pertimbangkan lagi untuk lanjut mengajar disekolah ini apa tidak. 
Visi misi sekolahnya sudah bagus. Namun mungkin saja ilmu yang saya miliki kurang mampu jg jika dipraktekkan disini.

Jumat, 01 Juli 2022

IRT ternyata tidak semudah itu

Ternyata menjadi ibu rumah tangga tidaklah semudah yang aku bayangkan. Kadang mikir ya Allah gimana dengan ibukku yang memiliki banyak anak. Tiap hari harus masak banyak. Dan harus mikir jg mau masak sayur apa. 

Hal itu yang kadang aku rasain. Tiap pagi mau masak apa bingung. Karena jika menunya sama dengan kemarin juga bosan. Dan memikirkan hal itu ternyata bikin capek juga. Udah masaknya juga capek. Mikir mau masak aja jg capek. Soalnya kenapa bikin capek. Hal ini terjadi setiap hari. Karena makan kebutuhan sehari harikan. Mau tidak mau pasti harus masak. Jika harus beli bisa bisa aja. Tapi tidak cocok untuk yang keluarga besar. Seperti ibukku. Ibukku harus memasakkan banyak orang dirumah. Ada bapak, 2 kakak"ku, adik perempuanku dan suaminya, ditambah keponakanku yang sekarang tinggal dirmh ibuku. Jika beli pasti sangat menguras kantong sekali.

Kalau untuk keluarga kecil spertiku masih bisalah beli sesekali. Itupun menurutku jika pas tidak masak. Harus beli juga menghabiskan banyak uang. Ibaratnya boros. Pemasukkan dan pengeluaran rasanya tidak imbang. Karena harus beli makan untuk pagi, siang dan malam. Jika ditotal habis 100 rbnan. Sedangkan pemasukkan perharinya belum ada segitu. Ini hanya bisa dilakukan sesekali saja. Atau pas ingin makan diluar aja. Untuk saat ini tidak cocok kalau dilakukan setiap hari.