Minggu, 19 Juli 2020

cerita si Penulis Pemula



Keluh kesah yang dirasakan bagi seorang penulis awal yang masih dalam proses belajar. Suka dengan dunia menulis namun bingung dengan apa yang mau ditulis. Ternyata tidak dirasakan oleh diriku saja, banyak teman pemula lainnya yang juga seperti diriku ini. 
Penulis pemula menurutku diibaratkan seperti seseorang yang sedang dalam perjalanan kedaerah yang belum pernah dilewati. Sehingga membuat orang tersebut bingung dengan arah jalan tersebut. Seperti  perjalananku hari ini di Jombang karena pulang dari rumah saudara terlalu malam, membuatku dan suami bingung dengan arah jalannya. Saya menebak mungkin ini ke Selatan, suami bilang menurutku ini ke Barat. Dari jauh terlihat ada masjid. Bearti benar suamiku bahwa kita sedang berada kearah Barat.
Jadi penulis awal seperti halnya orang baru di daerah baru. Itu menurut versi saya. 
Benar apa yang dikatakan oleh bapak dosen Ngainun Naim bahwa  menulis itu lebih sulit dari pada berbicara. Orang saat bertemu langsung bisa berbicara dari topik satu pindah ke topik lainnya dalam waktu bersamaan. Sedangkan orang yang menulis harus bisa mempertahankan inti tulisannya. 
Dan saya merasa tulisan ini masih seperti berpindah-pindah topik. 
Teringat juga kata-kata ini bahwa tulisan yang baik dan bagus tidak langsung didapatkan secara langsung. Mereka melalui banyak proses dari awal. Menulis adalah proses. Kata-kata ini saya dapatkan dari melihat vidio bapak dosen yang selalu memberikan motivasi menulis yaitu bapak Ngainun Naim. Didalam video itu menjelaskan makna menulis salah satunya menurut Ibu Ratna Indraswari Ibrahim:" menulis itu belajar yang tidak berkesudahan". Maknanya sepanjang hidupnya harus belajar, bukan hanya belajar pada menulis namun harus belajar memperkaya informasi untuk mendukung kepenulisannya. Menurut yang kedua menulis harus dilakukan dengan rasa senang dan menurut yang ketiga upaya yang dilakukan dalam mewariskan ilmu pengetahuan, sepandai apapun seseorang apabila tidak menulis maka dia tidak akan dikenang oleh banyak orang.  Seperti contoh buku-buku yang ditulis oleh Imam Al Gozali yang sudah wafat namun bukunya masih dikenal oleh banyak orang sampai sekarang dan membawa manfaat bagi pembacanya.
Banyak orang yang berkeinginan menulis, namun hanya sebatas ingin. Jadi jika ingin menulis segeralah untuk menulis. Tidak ada alasan apapun untuk menulis. Jika alasannya sibuk, semua orang di dunia ini pasti memiliki kesibukan.  Kurang lebih isi video tersebut seperti itu. 
Kesimpulannya menurut saya marilah kita terus belajar menulis, walaupun tulisan itu masih aneh untuk dibaca. 
Salam penulis pemula 😊

Menerima kritik dan saran 
Trimakasih sudah membaca 😊


Tidak ada komentar:

Posting Komentar