Kamis, 24 November 2016

Tugas profesi ke 14 (Guru sebagai pemecah Masalah)

Berikut ini adalah contoh tindakan yang termasuk kategory bullying, pelaku baik individual maupun group secara sengaja
menyakiti atau mengancam korban dengan cara:
- menyisihkan seseorang dari pergaulan,
- menyebarkan gosip, mebuat julukan yang bersifat ejekan,
- mengerjai seseorang untuk mempermalukannya,
- mengintimidasi atau mengancam korban,
- melukai secara fisik,
- melakukan pemalakan/ pengompasan.

Argumentasi:
Contoh tindakan bullying diatas yg harus diselesaikan oleh guru atau pendidik sebagai pemecah masalah.

Bullying berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau “rendah” dari pelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya (korban disebut bully boy atau bully girl) berupa stress (yang muncul dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau keduanya; misalnya susah makan, sakit fisik, ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya). Apalagi Bully biasanya berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan) sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis. Sebenarnya selain perasaan-perasaan di atas, seorang korban Bully juga merasa marah dan kesal dengan kejadian yang menimpa mereka. Ada juga perasaan marah, malu dan kecewa pada diri sendiri karena “membiarkan” kejadian tersebut mereka alami. Namun mereka tak kuasa “menyelesaikan” hal tersebut, termasuk tidak berani untuk melaporkan pelaku pada orang dewasa karena takut dicap penakut, tukang ngadu, atau bahkan disalahkan. Dengan penekanan bahwa bully dilakukan oleh anak usia sekolah, perlu dicatat bahwa salah satu karakteristik anak usia sekolah adalah adanya egosentrisme (segala sesuatu terpusat  dirinya) yang masih dominan. Sehingga ketika suatu kejadian menimpa dirinya, anak masih menganggap bahwa semua itu adalah karena dirinya.
Definisi Bullying menurut PeKA (Peduli Karakter Anak) adalah bullying adalah penggunaan agresi dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Bullying dapat berupa tindakan fisik, verbal, emosional dan juga seksual.

Sumber: http://harunnihaya.blogspot.co.id/2011/12/bullying-dan-solusinya.html?m=1 diakses tgl 25 november 2016 .pukul.12.23

Tugas ke 13 (Penilaian guru pai)


Jakarta - Guru SMKN 2 Makassar bernama Dasrul mendapat bogem mentah dari orang tua murid di dalam lingkungan sekolah. Pelaku bernama Ahmad Adnan diketahui merupakan orangtua Alif Syahdan, kelas 2 jurusan Gambar II.

"Kalau dari berita yang saya dengar, gurunya sempat menampar anaknya karena berbicara kasar. Di sini perlu ditekankan baik orang tua dan guru tidak boleh bicara kasar. Tapi inikan kayak lingkaran setan. Orang tua juga merasa kesal kenapa anaknya diberi kekerasan fisik oleh guru," kata Ratih Zulhaqqi saat dihubungi detikcom, Jumat (12/8/2016) malam sekitar pukul 20.20 WIB.

sumber :
http://news.detik.com/berita/3274708/psikolog-guru-dan-orang-tua-murid-yang-gunakan-kekerasan-sama-sama-salah .diakses tanggal 22 november 2016 .pukul 08.00

Argumentasi :
Seharusnya sebagai guru mampu untuk memberikan contoh yang baik. Seperti contoh diatas yang seharusnya tidak berbicara kasar di depan peserta didik.  Sebagai Guru harus mampu meminimalisir hal itu dengan cara diadakannya acara kumpulan guru untuk membahas bagaimana menjadi guru yang baik. Misalnya dengan diadakannya acara kumpulan teman sejawat ada hal-hal penting yg dibahas yaitu mendiskusikan bagaimana cara guru mengajar yang baik, cara guru menilai diri , instropeksi diri dengan cara mengajar dll. Sehingga dengan adanya acara tersebut guru dapat menilai diri agar menjadi guru yang profesional dan mampu memiliki 4 kompetensi yang harus dimiliki guru.