Rabu, 25 Desember 2019

11 september 2019

11 September 2019
*Indah* *Jika* *Saling* *Melengkapi*
Ampri Hidayah 

Islam Nusantara 
Islam dibagi menjadi 2 aspek yaitu:
1. Normatif 
Normatif : sama diseluruh dunia, apapun alirannya
Contohnya: Sholat 5 waktu, menutup aurat dll
2. Historis 
Historis: penerjemahan normatif sehingga bermacam-macam 
Contohnya: cara melaksanakan sholatnya, cara menutup aurat dll

Pernah ketika saya melihat acaranya Gus Gendeng di Alun-alun Tulungagung bahwa *Islam* itu seperti halnya ketela 
Ketela itu bisa dimasak dengan berbagai macam olahan. Bisa di masak menjadi tape, telo goreng, telo godhog,dll. Bukankah itu berasal dari sumber yang sama yaitu ketela atau singkong 😊
Seperti itulah *ISLAM*, satu namun banyak macamnya 😊 lalu mengapa kita saling menyalahkan
Bukankah hal itu tidak perlu.

Seperti yang Bapak Ngainun Naim katakan bahwa Menyalahkan orang lain membuat kita lupa, bahwa nyatanya kita mempunyai banyak kekurangan. 

Istilah Islam Nusantara bukanlah istilah baru ditinjau dari perspektif dalam keseharian ataupun kajian konseptual akademik.
Istilah Islam Nusantara begitu populer setelah menjadi tema utama Muktamar NU ke 33 di jombang pada tanggal 1 sampai 5 Agustus 2015.
Islam Nusantara sebagai model pemahaman Islam semakin ditunggu seiring dengan berbagai kekerasan yang mengatas namakan ISLAM.
Islam Nusantara itu penting untuk kita pelajari karena ini islam alternatif dalam konteks normatif dan historis. Supaya kita tahu, memahami, dan mendalami. 

Mengenai *KUALITAS*
Lembaga pendidikan yg akan diikuti masyarakat yaitu bisa memberi harapan sesuai dengan keinginan masyarakat.
Pendidikan yg diharapkan masyarakat 
meskipun mahal jika masyarakt percaya maka akan antri.
Itu sudahlah *RUMUS*
Contohnya yang terjadi di MIN 1 Malang pendaftaran satu hari dengan kuota 200 kursi sedangkan yg daftar  minimal ada 2000'an peserta.
Itu adalah bukti kepercayaan atas kualitasnya.

Sedikit dari saya yang masih mencoba memahami apa itu Islam Nusantara 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar