Untuk memulai sesuatu terkadang memanglah terasa malas, namun jika tidak dimulai sekarang kapan hal itu akan mulai, seperti halnya dalam melakukan pekerjaan. Tidak ada pekerjaan yang dimulai tanpa kita melakukannya. Pekerjaan apapun itu (yang pasti halalan toyyiban) mau menjadi guru sekolah, guru les privat, menjadi penjahit, perias, pekerja kantoran, pekerja toko, satpam dll. Apapun itu jika kita tidak action pasti tidak ada hasil. Semua perlu adanya usaha untuk bertindak, kamu berusaha dan kamu membawa hasil.
Teringat suatu hal yang pernah saya baca atau dengar bahwa apa yang kita lihat indah belum tentu seindah yang terlihat. ContohNya saat kita melihat pekerjaan atau kehidupan si A, si B, dan si C yang seolah-olah indah dan menyenangkan, namun nyatanya tak seindah itu, dibalik semua itu membutuhkan usaha yang tidak mudah.
Satu pengalamanku yang membuatku sadar bahwa suatu kegiatan jika kita tidak action maka tidak akan ada hasil apa-apa. Saat saya mendapat tawaran job merias di Malang yaitu 5 orang. Jadinya saya bangun pukul 01.00 untuk merias satu orang membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Saya bangun pukul 01.10 itupun terbangun karena ada yang mengetuk pintu. Prepare 5 menit untuk cuci muka ,mempersiapkan lighting, makeup, dll. Bangun dijam yang tidak biasa untuk melakukan kegiatan berat bagi saya terasa berat, karena saya sadar ini tanggungjawab, mau tidak mau saya harus bangun.
Ok. dimulailah meriasnya pukul 01.15 sampai selesai pukul 06.30. Target selesai sebenarnya pukul 06.00 karena ada satu klien yang datangnya terlambat, jadi selesainya molor.
Itulah satu pengalamanku yang membuatku sadar bahwa semua pekerjaan itu membutuhkan action yang tidak semudah mata memandang. Misalnya lagi saat kita melihat para MUA hits, kita mengatakan "enak ya 😍 sekali merias bisa bayaran banyak" dll. Kita tidak tahu saja usaha yang mereka lakukan. Harus bangun pagi banget, perjalanan jauh dari kota A ke B, prepare dengan barang bawaan dan lain-lain. Sangatlah bisa dikatakan capek bangetkan ya.
Dari hal itu saya mencoba untuk menyemangati diriku sendiri bahwa tidak ada yang mudah, namun juga tidak ada yang sulit semua tergantung diri kita. Mau untuk melakukannya atau hanya duduk bermanis-manis sambil berangan-angan tinggi.
Sebelum adanya cerita di atas sebenarnya ada cerita lagi mengenai perjalananku saat merias wisuda di Malang. Saya menerima job merias itu sudah jauh-jauh hari dan ternyata mendekati hari H yaitu tanggal 6 Oktober 2019, saya sakit. Tanggal 21 September 2019 saya ke rumah sakit dan dokter menyarankan harus opname. Saya tidak mau Opname karena takut dengan banyaknya jarum-jarum suntik. Lalu dokter memperbolehkan rawat jalan. Alhamdulillah.
Hmmm namun belum kunjung sembuh juga. Obat dari dokter hanya membuatku sembuh beberapa jam setelah itu kambuh lagi panas, pusing, dan mual-mualnya. Masih mencoba bertahan untuk dirumah. Semakin hari tidak kuat, kembalilah lagi saya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk minta dirawat disana dengan memberikan surat rawat yang telah diberikan sebelumnya.
Pertama kalinya di infus, rasanya SubhanaAllah. Jarum suntik atau apa yang masuk ditanganku ini, kira-kira panjangnya 5 cm. Mencoba kuat dan tidak melihat saat jarum disuntikkan di tanganku.
Dokter bertanya, apakah saya alergi obat?, saya menjawabnya tidak. Memang dari kecil saya tidak merasa mempunyai alergi dengan obat.
Next, dokter menyuntikkan Obat paracetamol cair di tanganku melalui saluran infus. Terasa gatal sekali tubuh ini, sampai bentol-bentol dan memerah. Lalu saya bilang dok, tangan saya gatal. Akhirnya dikasih obat lagi, Alhamdulillah gatalnya mulai mereda.
Sekitar pukul 23.30 saya mendapat kamar, diantarlah saya ke kamar tersebut. Untuk pertama kalinya saya dirawat di RS. Pelayanan disana menurutku sangatlah baik. Pelayan dalam mengantar makanan yang tepat waktu, pelayanan yang ramah, dokternya murah senyum dll. Empat hari saya tidur di kamar tersebut.
Alhamdulillahnya lagi saya bisa segera pulang karena adanya janji untuk merias wisuda di Malang. Sebenarnya keluarga meminta untuk dibatalkan saja, tapi saya yang merasa tidak enak atau bahasa lainnya sungkan, jika harus membatalkannya. Tahukan rasanya jika ada janji yang dibatalkan. 😂
Akhirnya saya sudah bisa pulang, seneng banget. Dengan begitu saya bisa prepare untuk persiapan job di Malang. Tanggal 4 Oktober saya berangkat ke Malang naik kereta dengan membawa koper berisi alat Merias dan satu pasang baju. Karena yang aku rias adalah teman-temannya adikku yang kuliah di Malang, jadi aku membudget harga yang standart yaitu satu anak membayar Rp 150.000,00. Ini juga pengalaman pertamaku merias di Luar Kota sendirian, tanpa ada yang membantu dalam merias. Biasanya dulu saya hanya membantu orang lain merias, hanya di bagian memberi bedak, lipstik, eye liner, dll. Tidak full saya sendiri yang merias, jadi banyak yang membatu dalam proses merias.
Dari kecil memang saya menyukai dunia Make-up, namun tidak tahu harus belajar dari mana dan belajar di siapa. Hobby saya ini mulai berkembang saat mengikuti Event Beauty Class pada tanggal 9 Desember 2018. Ini hasil pertama Make-up saya mengikuti Event BC (Beauty Class) :
Syukuri apa yang kita miliki saat ini. Insyaallah Allah akan menambah nikmatnya lagi dan lagi. Terus berusaha, belajar dan berdoa. Rezeki sudah ada yang mengatur tetapi kita jangan hanya duduk manis dan menunggu keaajaiban itu, jemputlah. seperti menjemput jodoh. datangi yang punya. eits... Jangan yang sudah punya suami atau istri. hhhh
Terimakasih.
Semoga bermanfaat
Dari kecil memang saya menyukai dunia Make-up, namun tidak tahu harus belajar dari mana dan belajar di siapa. Hobby saya ini mulai berkembang saat mengikuti Event Beauty Class pada tanggal 9 Desember 2018. Ini hasil pertama Make-up saya mengikuti Event BC (Beauty Class) :
(Saya yang memakai baju Pink)
Yefi Indraswari teman yang disampingku, sama-sama memiliki hobby merias juga. Kami memang sama-sama dari jurusan Pendidikan Agama Islam. Mungkin sedikit lucu dan tidak nyambung dengan jurusan kuliah. hehehe. Namanya juga Hobby, salah satu kelebihan yang telah diberikah Allah kepadaku dan teman-teman yang memiliki Hobby yang sama. Semoga dari Hobby ini akan terus berkembang menjadi Perias Handal beneran.
Bagi yang belum tahu Hobby kalian, harap bersabar. Berkhusnudzhonlah kepada Allah, jika belum hari ini mungkin besok. Ada sedikit cerita dari temanku yang sebelum menikah tidak bisa masak sama sekali, setelah menikah jadi pintar memasak. Tidak hanya pintar memasak saja, dia sekarang juga pintar membuat Roti Ulang Tahun. Alhamdulillah pesanannya banyak dan laris manis.Syukuri apa yang kita miliki saat ini. Insyaallah Allah akan menambah nikmatnya lagi dan lagi. Terus berusaha, belajar dan berdoa. Rezeki sudah ada yang mengatur tetapi kita jangan hanya duduk manis dan menunggu keaajaiban itu, jemputlah. seperti menjemput jodoh. datangi yang punya. eits... Jangan yang sudah punya suami atau istri. hhhh
Terimakasih.
Semoga bermanfaat



Tidak ada komentar:
Posting Komentar