Saya kagum dengan ibuku yang mampu merawat anaknya yang banyak. Yang kini semua sudah menikah. Terakhir yang menikah adikku.
Setiap orang pasti memiliki kelemahan. Ibuku dalam mendidik 6 anak. Terkadang membeda bedekan. Ada saudaraku yang dia memiliki sifat agak manja dan galak. Ibukku sampai tidak berani dengan dia. Apapun yang dia minta jarang sekali ibuku tidak membelikannya. Sering kali ibuku mencucikan bajunya, menjemur dan sampai menyetelika bajunya juga. Padahal bajuku jarang sekali dicucikan apalagi disetrika. Tidak sama sekali. Jika iyapun bisa dihitung jari satu atau dua kali saja. Terkadang heran saja. Mengapa dia yang manja dan kurang baik sikapnya dengan ibukku. Namun mendapat perlakuan baik oleh ibuku. Saya selalu berusaha mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Tidak perlu Iri terhadap apapun sekenario Allah. Allah maha tahu segalanya. Yang terjadi adalah rencana Allah.
Mungkin Allah sedang mengajarkanku untuk menjadi anak yang mandiri dan tidak mudah iri.
Namun anehnya juga ibukku jika tidak ada saudaraku yg itu. Ibukku denganku sangatlah baik. Seperti terasa aku memang benar anaknya. Perlakukan yang sangat terasa berbeda antara ada saudaraku yang itu atau tidak. Cerita ini mengingatkanku seperti kisah bawang merah dan bawang putih. Cuman bedanya si ibu selalu berpura pura baik jika saat suaminya dirumah. Kalau aku saat si dia ada dirumah. Hhehe. it doesn't matter (hal itu tidak masalah).
Aku selalu bersyukur karena Allah pilihkan untuk kuliah di Kampus dekat rumah. Saat dulu mau kuliah aku sholat istikhoroh dulu. Ternyata hikmah dari sholat istikhoroh sangatlah masyaallah. Kini aku merasakannya. Ucapan dosen dosen tercinta bagaikan puisi yang terngiang ngiang dikepalaku. Selalu ku ingat pesan pesan beliau beliau. Yang paling ku ingat salah satu cerita yang masih ada kaitannya dengan kehidupanku. Beliau bercerita bahwa ada anak yang dimanja oleh orang tuanya sedangkan yang satunya tidak. Apapun yang diminta saudara satunya diberikan. Saat si dia meminta dibelikan motor. Langsunglah dibelikan. Namun hal itu tidak membawa keberkahan untuk si anak tersebut. Dia menggunakan motor itu untuk balapan. Akhirnya dia menjadi anak yang kurang baik. Sedangkan yang satunya tidak dibelikan motor. Namun dia tetap sabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar