Kamis, 24 November 2016

Tugas ke 13 (Penilaian guru pai)


Jakarta - Guru SMKN 2 Makassar bernama Dasrul mendapat bogem mentah dari orang tua murid di dalam lingkungan sekolah. Pelaku bernama Ahmad Adnan diketahui merupakan orangtua Alif Syahdan, kelas 2 jurusan Gambar II.

"Kalau dari berita yang saya dengar, gurunya sempat menampar anaknya karena berbicara kasar. Di sini perlu ditekankan baik orang tua dan guru tidak boleh bicara kasar. Tapi inikan kayak lingkaran setan. Orang tua juga merasa kesal kenapa anaknya diberi kekerasan fisik oleh guru," kata Ratih Zulhaqqi saat dihubungi detikcom, Jumat (12/8/2016) malam sekitar pukul 20.20 WIB.

sumber :
http://news.detik.com/berita/3274708/psikolog-guru-dan-orang-tua-murid-yang-gunakan-kekerasan-sama-sama-salah .diakses tanggal 22 november 2016 .pukul 08.00

Argumentasi :
Seharusnya sebagai guru mampu untuk memberikan contoh yang baik. Seperti contoh diatas yang seharusnya tidak berbicara kasar di depan peserta didik.  Sebagai Guru harus mampu meminimalisir hal itu dengan cara diadakannya acara kumpulan guru untuk membahas bagaimana menjadi guru yang baik. Misalnya dengan diadakannya acara kumpulan teman sejawat ada hal-hal penting yg dibahas yaitu mendiskusikan bagaimana cara guru mengajar yang baik, cara guru menilai diri , instropeksi diri dengan cara mengajar dll. Sehingga dengan adanya acara tersebut guru dapat menilai diri agar menjadi guru yang profesional dan mampu memiliki 4 kompetensi yang harus dimiliki guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar