Sudah dapat dilihat dari dampak anak sekolah yang harus belajar dirumah. Pasti kantin sekolah tutup, dan hal itu membuat mereka kekurangan pemasukan penghasilan.
Begitupun yang dirasakan oleh suami saya. Suami memang lulusan S1 guru Olahraga. Namun beliau tidak mengambil sukuan di sekolah. Beliau lebih suka berdagang. Dan membuka usaha toko dipasar gudang Garam di Kediri. Semenjak covid datang pasar tutup. Karena disana yang ramai membeli adalah karyawan pabrik rokok Gudang Garam. Sedangkan untuk mengatasi penyebar luasan covid-19 pihak Perusahaan membuat peraturan baru. Yaitu karyawan tidak diperbolehkan keluar dijam Istirahat, begitupun saat pulang juga harus langsung pulang. Semua karyawan harus membawa bekal dari rumah. Jaga jarak selalu dan setiap masuk dan keluar harus menggunakan masker.
Akhirnya semua yang membuka usaha dipabrik sepi pembeli. Para penjual akhirnya menutup usahanya. Dari yang berjualan makanan, pakaian, sayur-sayur, jasa penitipan tas, obat-abatan, dan lain sebagainya. Mereka semua terdampak covid-19. Banyak dari mereka yang Kesehariannya bergantung dengan pasar Gudang Garam. Harus berpikir keras mau usaha apa lagi.
Ada yang membuka usaha rumah makan dipinggir jalan, ada yang bekerja dibangunan, membuat pintu, membuka toko peracangan dll.
Saat terkena dampak tersebut suami open PO bakpia tugu Jogja. Ditawari oleh kakaknya yang kebetulan bekerja dipabrik pembuat bakpia di Surabaya. Pabrik tersebut join dengan pabrik bakpia tugu jogja juga.
Alhamdulillah jualan laris manis. Satu minggu bisa mendapat laba Rp 700.000,00 Ribu Rupiah. Selama kurang lebih 2 bulan jualan. Karena semakin banyaknya penjual bakpia Tugu Jogja di Tulungagung. Pembeli yg PO bakpia Tugu jogja mulai sepi. Kamipun beralih ke usaha lain. Yaitu membuka usaha Toko dirumah. Buka toko pada tanggal 24 Oktober 2020.
Toko kami masih kecil sekali. Itupun sudah habis 10 juta untuk modal belanja saja. Alhamdulillah tokonya laris dan kami sudah memiliki pelanggan. Semoga semakin laris dan jadi Agen. Aamiin.
Setelah menikah serasa benar-benar berjuang. Bukan bearti sebelumnya tidak berjuang. Saya menikah saat lanjut kuliah s2 pas disemester 3. Dan alhamdulillah langsung diberikan titipan sama Allah. Saya Hamil. Dengan begitu harus mempersiapan uang untuk kebutuhan sehari hari lebih banyak lagi. Contohnya untuk membeli pampers bayi, susu, baju, persiapan persalinan dll. Saya selalu mengusahakan untuk bersikap tenang dalam menghadapi setiap perjalanan hidup. Supaya tidak menambah pikiran. Caranya ya dijalani saja sambil usaha.
Sebelum menikah saya sudah membiasakan diri menabung, begitu juga dengan suami. Yang ternyata memiliki kebiasaan sama. Menurut saya menabung adalah hal wajib yang harus dilakukan. Karena kita tidak tahu keperluan mendadak apa yang ada didepan. Selain itu juga menghindari untuk berhutang dan menghindari hal hal lain.
Ternyata memang benar terjadilah masalah kekurangan pendapatan di negara Indonesia ini, tepatnya di Tahun 2020. Datanglah si virus corona atau biasa disebut Covid NineTeen. Tidak hanya suami yang terdampak dengan datangnya covid 19. Hampir semua orang mendapatkan dampak tersebut. Temanku yang membuka usaha chateringan dan rumah makan juga merasakan dampak virus tersebut. Sepi pembeli membuatnya menutup warung makannya.
Lalu berpindahlah usaha yang lain. Temanku kerja dikantor Novatic dibagian Administrasi. Beliau juga lulusan sarjana yang saat ini masih menempuh kuliah di strata s2 dengan jurusan dokter GiGi.
Bekerja tidaklah harus sesuai dengan jurusan. Jika sesuai Alhamdulillah dan jika belum tidak apa apa. Kesuksesan bisa didapat dari banyak jalan. Lalu Mengapa kuliah??. Karena dengan kuliah kita mampu menambah wawasan keilmuan dan merubah pola pikir kita. Dengan begitu kita tidaklah mudah terombang ambing oleh keadaan.
Tetap semangat menjalani hidup ya. Setiap tantangan hidup rumah tangga harus dijalani. Semoga segala urusan dimudahkan oleh Allah. Jika kita berusaha dan berdoa, pasti rezeki tidak akan kemana kok😊
BalasHapus