Sabtu, 06 Februari 2021

Keluarga Kecilku

Saya menikah pada tanggal 11 Juni 2019. Pas hari itu saya sedang datang bulan. Banyak orang bilang jika saat menikah haid itu pas masa subur. Pada bulan juli akhir baru terasa mual dan telat haid. Ternyata setelah cek ke puskesmas alhamdulillah positif. Untuk bulan selanjutnya kami memutuskan untuk periksa di bidan terdekat. Setelah priksa disana ternyata yang menangani adalah asistennya. Jadi saya pribadi kurang merasa puas dengan pelayanannya. Banyak yang cerita juga kalau disana memang sering yang melayani asistennya.

Bulan selanjutnya setelah sharing dengan teman yang sama-sama hamil. Saya memutuskan untuk ke dokter kandungan saja. Karena kebetulan teman saya tersebut lulusan Akper. Jadi saya mengikuti sarannya. Temanku priksa di dokter kandungan bapak Cholid.

Sebelum periksa langsung ke lokasi. Pasien diwajibkan menghubungi dulu via WA yang nantinya akan dimasukkan grup.
Saya dengan diantar suami mencoba priksa disana. Untuk pertama kalinya saya dan suami mendatangi dokter kandungan. Terkesan sedikit canggung dan bingung harus memulai darimana. Saya mencoba melihat dari kejauhan sambil melihat pasien yang datang. Supaya tahu akan kearah mana dulu. 
Lalu pasien itu menuju kearah meja yang terletak didepan ruang praktek kandungan. Mereka mengumpulkan buku pink. Setelah itu duduk menunggu panggilan untuk dicatat. 
Saya ikuti cara tersebut. Setelah menunggu, akhirnya namaku dipanggil. Dibagian antrian tadi mbak adminnya mencatat nama lengkapku, golongan darah, mentensi darah, mengecek berat badan, menanyakan alamat, lulusan apa dll.

Setelah pencatatan selesai, saya diminta menunggu panggilan masuk ke ruang praktek kandungan. Antri yang cukup lama membuat tubuhku merasa capek. Tibalah namaku dipanggil dan saya masuk ruangan tersebut. Ternyata disana dilengkapi dengan alat USG terbaru. Saya dapat melihat bayi yang ada dikandungan melalui usg. Terlihat direkaman yang berada didepan tempat berbaringku. Bayiku yang masih beberapa bulan belum kelihatan sempurna. Melihatnya direkaman usg rasanya tidak sabar bertemu langsung. 

Dokter mulai mencatatkan obat dan vitamin khusus untuk ibu hamil. Beliau sambil bicara memberikan saran untuk memperbanyak makan dan minum yang bergizi. 

Resep diberikan kesuami. Kamipun segera keluar dan kembali kedepan untuk membayar biayanya di mbk admin. Biaya usg 3D masih 100 rb. Dan uang adminnya 10 rb. Untuk uang admin 10 rb ini hanya membayar diawal saja. Jadi selanjutnya tidak perlu membayar uang adminnya lagi. 

Suami segera menebus obat diapotik depan. Habis sekitar 150 rb.an. dan obat vitaminnya banyak sekali. 
Setelah itu kami pulang.

Next. Insyaallah diblog selanjutnya 🤗

2 komentar: