Selasa, 06 Desember 2016

Tugas 11 dan 12 profesi keguruan

Tugas 11. Peranan Kecerdasan Intelegensi dan Emosi bagi guru PAI .
Contoh :
mahasiswa dipertontonkan kepada sebuah film tentang operasi sunat tanpa bius yang dilakukan oleh suku Aborigin sebagai bagian dari pubertas (Speisman & others, 1964). Grup pertama menonton film tersebut tanpa soundtrack. Grup kedua mendengar soundtrack yang menekankan pada rasa sakit yang dialami anak laki-laki.Grup ketiga mendengar soundtrack yang menjelaskan tentang operasi diluar jalur yang intelektual.Grup keempat mendengar soundtrack yang tidak mementingkan operasi yang menyakitkan dengan cara membicarakn tentang hal yang tidak relevan.
Meskipun semua siswa menonton film yang sama, soundtracklah yang mempengaruhi interpretasi kognitif dari apa yang mereka lihat. Grup yang mendengar soundtrack yang menekankan pada rasa sakitnya operasi menunjukkan Gairah yang lebih besar daripada grup yang tidak mendengar soundtrack sama sekali. Soundtrack yang menekankan pada rasa sakit lebih menunjukkan interpretasi sebagai film yang menjengkelkan. Grup yang mendengar soundtrack yang tidak menekankan pada emosi alamiah dari kejadian tersebut, baik dengan cara mengintelektualkan ataupun tidak mementingkannya menunukkan gairah yang lebih sedikit. Tampaknya, interpretasi kognitif (didorong oleh soundtrack) mengubah arti emosional dari film secara luas.

Sumber: Lahey, B. Benjamin. 2012. Psychology
An Introduction.New York: McGraw-Hill

Argumentasi :
Emosi adalah keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan, keberanian yang bersifat subjektif. Pada tahun 1899, Charles Darwin dengan penelitiannya tentang emosi manusia. Menjadikan objeknya berupa rasa takut dan emosi yang memperhatikan fungsi dari emosi terhadap hewan dan manusia. Salah satu pandangannya yang luas adalah tentang emosi yang berevolusi dari waktu ke waktu melalui seleksi alam. (Cacioppo & others, 1999) menurut pandangan ini 2 golongan umum tentang emosi adalah kelangsungan hidup dengan adaptasi dan seleksi alam. (Cacioppo & others, 1999) ) binatang termasuk juga manusia yang bereaksi terhadap rangsangannya yang berbahaya (seperti ular berbisa) dengan mengalami emosi akan mencegah rangsangan yang berbahaya dan untuk bertahan hidup. Begitu pula, hewan yang bereaksi terhadap stimulasi yang bermanfaat (seperti teman-teman dan makanan) bersama emosi positif yang ada pada diri mereka dan akan lebih mungkin untuk dapat bertahan hidup dan bereproduksi (Damasio, 2001). Jadi, emosi negatif dan emosi positif adalah kunci kita bertahan hidup .
1. Emosi manusia dibedakan dalam dua bagian:
· Emosi positif (emosi yang menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya, diantaranya adalah cinta, sayang, senang, gembira, kagum, dan sebagainya.
· Emosi negatif (emosi yang tidak menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya, diantaranya adalah sedih, marah, benci, takut dan sebagainya.
2. Kemarahan dan ketakutan identik berhubungan dengan emosinal. Ada banyak alasan untuk percaya bahwa ketakutan dan kemarahan terdapat dalam banyak variasi dari emosi yang sama. Ide ini berawal pada ‘flight or fight’ sindrom dijelaskan dalam Williams james, buku teks psikologi pertama di terbitkan pada tahun 1980. Emosi negative yang intens mempersiapkan individu untuk lari dari ketakutan atau melawan dalam kemarahan. Dua emosi pada dasarnya identik di tingkat psikologi, tetapi banyak faktor menentukan apakah emosi akan mengalami ketakutan atau kemarahan.
3. Hubungan cinta dengan emosinal, banyak ahli menganggap cinta berbeda dengan emosi lainnya. Memang, pengalaman cinta yang romantis sering melibatkan banyak emosi yang seluruh pada peta emosional.
3 teori emosi
penjelasan psikologis emosi membedakan unsure-unsur dasar yang sama dari pengalaman emosi:
(a) adanya situasi stimulus yang menimbulkan reaksi.
(b) adanya pengalaman sadar atau“emosi” yang kita rasakan.
(c) adanya perubahan yang terjad diotak, system saraf otonom dan kelenjar endoktrin yang menciptakan gairah fisiologis pada organ visceral.
(d) adanya kaitan perilaku yang pada umumnya menyertai emosi
Contoh: pada hewan yang takut, gemetar, kemudian lari.
3 teori utama mengemukakan tentang penjelasan cara kerja emosi
James-LangeTheory
umumnya melihat emosi sebagai stimulus seperti melihat seorang perampok yang membuat kita sadar, merasa takut dan sadar akan ketakutan. Bagaimanapun, William James (1890) menyarankan bahwa unsur-unsur emosi terjadi dalam urutan yang berlawanan . Ia percaya bahwa stimulus emosional yang diarahkan (oleh pusat relay sensorik dikenal sebagai thalamus) langsung ke system limbic , yang beroperasi melalui hipotalamus dan pembagian simpatik dari sistem saraf otonom untuk mengaktifkan bagian-bagian tubuh untuk mengatasi kondisi darurat (ketegangan otot, berkeringat, peningkatan denyut jantung dan pernapasan dan sebagainya) . Sensasi dari gairah tubuh tersebut kemudian dikirim kembali ke korteks dan menghasilkan perasaan sadar akan emosi kita. Menurut James, “Kita merasa menyesal karena kita menangis, marah karena kita emosi, takut karena kita gemetar.” Beberapa tahun kemudian , ahli fisiologi Denmark Carl Lange (1922) dengan pendiriannya mengusulkan teori yang sama, sehingga dikenal sampai hari ini sebagai James-Lange Theory of Emotion .

Sumber:
1. Lahey, B. Benjamin. 2012. Psychology
An Introduction.New York: McGraw-Hill

2. http://psikologiusu.blogspot.com/2015/08/makalah-pengantar-psikologi-emosi.html?m=1 diakses tanggal 7 Desember 2016

Tugas ke 12 peranan kecerdasan Spiritual dan kreatifitas guru

Contoh:

Guru PAI di Smpn 1 kauman mengajar dengan cara siswa berkelompok. Setelah itu siswa di minta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok

argumentasi:

1. Berpikir inovatif

Jiwa yang kreatif terlahir dari sebuah pemikiran guru yang selalu ingin berinovasi sehingga selalu bervariasi dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didiknya.

2. Percaya diri

Tentu saja sifat percaya diri dan selalu ingin berkembang ada pada diri guru yang kreatif. Tidak mudah memang menjadi seorang guru yang kreatif, karena apa pun karya yang dia ciptakan harus kembali kepada anak didiknya. Keberhasilan seorang guru yang kreatif terletak pada kepuasan siswa setelah menerima materi pelajaran yang diberikan. Kalau pun anak didik merasa tidak suka atau tidak puas, guru yang kreatif seharusnya peka dalam hal ini. Langkah selanjutnya, dia akan mencoba mencari metode mengajar yang lain. Metode pengajaran yang sesuai dengan selera dan kemampuan anak didiknya. Tapi bagi saya, masalah siswa puas atau senang dengan metode pelajaran yang kita berikan adalah urusan belakangan. Yang terpenting adalah sikap pantang menyerah untuk selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anak didiknya. Karena apa pun metode pengajaran yang diberikan, bila bervariasi, maka siswa pasti tidak akan bosan.

3. Materi Pelajaran yang Diberikan Menjadi Mudah Dimengerti

Tidaklah mudah mentransfer ilmu dari seorang guru menuju ke anak didiknya. Namun itulah tantangan yang biasanya dihadapi oleh seorang guru. Namun seorang guru yang kreatif akan selalu mencoba berbagai cara agar anak didiknya mudah memahami materi pelajaran yang diberikan.

4. Terus Belajar dan Belajar

Tidak ada kata puas bagi seorang guru yang kreatif. Bukan tidak ada kata puas yang negative. Namun kata “tidak puas” bagi seorang guru yang kreatif adalah suatu semangat untuk terus mengembangkan diri demi kebaikan diri sendiri, anak didik, dan sekolah.

5. Cerdas Dalam Menemukan Talenta Anak Didiknya

Karena tingkat kepekaan kepada anak didiknya yang tinggi, maka seorang guru yang kreatif biasanya mengenal kemampuan setiap anak didiknya. Kemampuan anak didiknya adalah bisa berupa bakat atau talenta. Dengan kepekaan yang dia miliki, seorang guru yang kreatif akan berusaha untuk memanfaatkan dan mengembangkan talenta yang dimiliki oleh anak didiknya, misalnya dengan memberikan kesempatan anak didiknya untuk tampil di acara-acara sekolah.

6. Kooperatif

Guru yang kreatif menyadari akan kelemahannya juga sebagai manusia. Itulah kenapa seorang guru yang kreatif berusaha untuk bisa belajar dari orang lain. Dengan kata lain, guru yang kreatif harus bisa bekerjasam dengan sesama guru, anak didik, kepala sekolah, dan pihak-pihak yang berada di lingkungan sekolah. Hal ini juga berguna untuk menyatukan misi dan visi diri dengan misi dan visi sekolah dan mengurangi kesalahpahaman dan permasalahan yang mungkin terjadi.

7. Mengajar Dengan Cara Menyenangkan

Seorang guru yang kreatif tidak ingin anak didiknya merasa bosan dan tertekan pada saat dia memberikan sebuah materi pelajaran kepada anak didiknya. Maka dia akan selalu mencari cara agar anak didiknya merasa nyaman dengan cara mengajar yang dia berikan.

Sumber:

http://www.7topranking.com/2012/09/7-tips-menjadi-guru-kreatif.html?m=1 diakses tanggal 7 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar