A. Konsep Pengakuan dan Penerimaan
dalam pendidikan, Khususnya guru Pendidikan Agama Islam
Pengakuan dan penerimaan adalah kesadaran dan
pemahaman pendidik tentang segenap kandungan HMM yang sepenuhnya melekat pada
diri peserta didik. Atas dasar kesadaran
dan pemahaman itu pendidik menghadapi dan memberikan perlakuan terhadap peserta
didik sesuai dengan HMM (Harkat dan Martabat Manusia) demi teraktualisasikannya
hakikat manusia melalui pengembangan dimensi kemanusiaan dan pancadayanya
secara optimal. Pengakuan dan penerimaan ini merupakan dasar dari sikap dan
perlakuan pendidik yang memuliakan kemanusiaan peserta didik melalui
pendidikan.
Kesadaran dan pemahaman pendidik yang bermuara pada
penyikapan dan perlakuan terhadap peserta didik itu harus sedemikian rupa
terwujudkan sampai peserta didik benar-benar merasakan bahwa pengakuan dan
penerimaan itu benar-benar diaktualisasikan oleh pendidik. Pengakuan dan
penerimaan oleh pendidik yang dirasakan oleh peserta didik pada gilirannya akan
menumbuhkan hal-hal yang sejalan pada diri peserta didik terhadap pendidik.
Degan cara demikian itu akan terjadilah saling pengakuan atau penerimaan di
antar keduanya. Suasana pengakuan atau penerimaan pendidik atau pengakuan
pesera didik di satu sisi dan penerimaan atau pengakuan peserta didik terhadap
pendidik memang ada perbedaan. Pengakuan atau penerimaan pendidik terhadap
peserta didik didasarkan atas kondisi HMM yang melekat pada diri peserta didik,
sedangkan pengakuan atau penerimaan peserta didik didasarkan atas peranan dan
kualitas yang nyaman dari pribadi pendidik yang dirasakan oleh peserta didik,
melalui penampilan pendidik itu sendiri. Suasana saling mengakuai dan menerima
antara peserta didik dan pendidik seperti itu menjadi dasar bagi berlangsungnya
komunikasi yang otentik antar keduanya.
Sumber :
Prof. Dr. Prayitno, M.Sc., Ed, Dasar Teori dan Praksis Pendidikan , PT. Grasindo, Jakarta, 2009, Hal : 51-52
Tidak ada komentar:
Posting Komentar